Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pilih Ibu atau Istri? Mana yang Lebih Diutamakan? Ini Penjelasan Prof Quraish Shihab

Sudah menjadi pertanyaan klasik yang sering jadi buah simalakama, bahkan bisa jadi boomerang dalam rumah tangga. Yaitu ketika seorang suami bingung dan bimbang saat dihadapkan dengan pilihan antara ibu ataukah istri yang lebih diutamakan?


Pendiri Pusat Studi Al Qur’an (PSQ), Profesor Muhammad Quraish Shihab menjelaskan bahwa pertanyaan tersebut adalah pertanyaan retoris, alias kalimat yang tidak membutuhkan jawaban. Karena antara ibu dan istri, keduanya sama-sama patut diutamakan.

“Saya memilih tidak menjawabnya. Tapi ada (saja) orang yang tidak bijak menjawab begini, istri bisa diganti tapi ibu tidak bisa. Menurut saya itu salah,” ujar cendekiawan muslim jebolan Universitas Al Azhar, Kairo itu.

Ayahanda dari Najwa Shihab itu menegaskan, ibu dan istri, keduanya bukanlah pilihan. Keduanya mempunyai peran yang tidak sama, sehingga tidak perlu membanding-bandingkan (ojo dibanding-bandingke), tidak perlu juga harus saklek memilih salah satu karena dua-duanya punya porsi masing-masing. Karena keduanya harus sama-sama dicintai dan diutamakan.

Bagi Prof Quraish Shihab, menghargai istri sama pentingnya dengan menghormati ibu sendiri. Usahakan selalu berdiskusi dan melibatkan istri ketika hendak mengambil keputusan penting yang berkaitan dengan orang tua (ibu/bapak) kedua belah pihak.  

Contoh kecilnya, jika mau mengunjungi orang tua atau pun memberikan hadiah kepada orang tua, maka kita perlu lakukan kesepakatan bersama pasangan dan libatkan pasangan. Karena, orang tua Anda adalah orangtua pasangan juga. Berikan penjelasan dan diskusi bersama.

“Bagaimana Anda melakukan kegiatan sehingga ibu Anda senang dan istri juga demikian. Lakukan cara ini, misalnya jika Anda mau memberi sesuatu kepada ibu Anda, usahakanlah lewat tangan istri Anda. Jangan Anda yang memberikannya, supaya terjalin tali kasih antara keduanya,” terang penulis buku Lentera Hati itu.

Pada intinya, hal yang terbaik yang dapat dilakukan seorang laki-laki adalah bersikap bijak dan tidak perlu repot-repot mempertentangkan antara posisi istri dan ibu.

“Jadi, jangan dipertentangkan lagi, dua-duanya sama pentingnya,” imbuh mufassir kelahiran Rappang, 16 Februari 1944 itu.

Bolehkah Mengutamakan Nafkah Istri daripada Ibu Kandung?


Seperti telah dijelaskan, amanah untuk memperlakukan ibu/orang tua dan istri dapat diamalkan sekaligus tanpa mengabaikan salah satunya. Kedua dalil ini tidak perlu dipertentangkan. Ini yang disebut tariqhatul jam‘i.

Imam An-Nawawi pernah menjelaskan, bahwa seseorang tidak berdosa ketika mengutamakan istri daripada ibunya sejauh ia memenuhi kewajiban nafkah bila nafkah ibunya berada di dalam tanggung jawabnya.

“Tetapi jika harus memilih, ia dapat mengutamakan nafkah istrinya dengan tetap menjaga perasaan ibunya,” jelas Imam Nawawi dalam kitabnya, Fatawal Imamin Nawawi, hal 150.
Wallahu A'lam.. 

Sumber: nu.or.id

Posting Komentar untuk "Pilih Ibu atau Istri? Mana yang Lebih Diutamakan? Ini Penjelasan Prof Quraish Shihab"

close