Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sindrom Baby Blues Bukan Hanya Soal Iman, Tapi Juga Soal Imam

Permasalahan yang sering menjadi cobaan bagi pasangan baru punya anak pertama biasanya adalah karena faktor ketidaksiapan menjadi seorang ayah maupun ibu. Di sinilah peran utama seorang suami menjadi imam bagi keluarganya, agar istrinya yang baru melahirkan tidak mengalami baby blues.

Sindrom Baby blues merupakan masalah psikologis yang biasa dialami oleh seorang ibu pasca melahirkan. Kondisi psikis ini menyebabkan ibu lebih emosional dan sensitif, seperti mudah sedih, cemas, lelah, lekas marah, sering menangis, kurang nafsu makan, sulit tidur, dan sulit konsentrasi.

Peran suami dalam mencegah sindrom baby blues 

Berikut ini nasehat bijak untuk para suami yang mempunyai istri baru melahirkan.

Jangan Sampai Istrimu Lelah dan Lapar

"Nak, istrimu sudah makan?"

"Belum Bu, masih sibuk nyusuin si adek."

"Ambilkan Nak, suapin!"

"Kan bisa ambil sendiri Bu."

"Gak sempat Nak, dari tadi adek gak mau ditinggal kan."

"Iya Bu."

"Gitu emang Nak, kalau punya anak bayi. Gak sempat ngapa-ngapain, makan pun tak sempat kadang. Kamu harus peka Nak."

"Iya Bu."

"Nanti kalau ibu pulang, pastikan selalu ada makanan untuk istrimu ya!"

"Iya Bu."

"Suami itu wajib menyediakan sandang, pangan dan papan buat istri Nak."

"Sandang itu pakaian yang bersih. Jadi nyuci baju itu kewajibanmu,"

"Pangan itu makanan. Jadi memasak itu kewajibanmu,"

"Papan itu tempat tinggal yang layak dan bersih. Jadi, bersih-bersih rumah itu juga kewajibanmu,"

"Selama ini istrimu sudah bantu kamu untuk melaksanakan kewajibanmu Nak, berterimakasih lah. Sekarang Dia habis lahiran saatnya kamu yang peka akan keadaanya yang tak bisa banyak bantu kamu karena fokus merawat bayi kalian. Sebenarnya pasti istrimu ingin mengerjakan semua itu, tapi memang kadang gak sempat adanya. Jangan sampai kamu gak peka apalagi protes ya...."

"Iya Bu,"

"Jangan sampai istrimu lapar dan lelah juga Nak, bahaya!"

"Bahaya bagaimana Bu?"

"Bahaya Baby blues sama depresi paska melahirkan Nak, seperti berita yang belakangan ini banyak terjadi. Itu salah satu penyebabnya bisa jadi karena lapar, lelah dan kurang perhatian."

"Iya Bu."

"Suami punya peranan yang penting agar itu semua tak terjadi. Kalau kamu lihat cucian numpuk, cucikan Nak. Kalau gak sempat laundriin,"

"Kalau istrimu gak sempat masak, masakin. Kalau kamu gak sempat masak, belikan di luar Nak,"

"Kalau kamu lihat rumah kotor, sekiranya kamu lagi santai-santai, bersihkan Nak. Kalau kamu lelah, bayar orang. Jangan sampai suruh istrimu bersihin ya."

"Iya Bu."

"Istrimu sedang menata hatinya Nak. Dia butuh penyesuaian paska melahirkan.  Apa yang dia dengar dari luar bisa jadi menyinggung hatinya. Kadang memang kita gak bisa mengatur omongan orang Nak, tapi kamu bisa jadi pendengar yang baik untuk curhatannya dan terus memberi semangat positif padanya."

📜 Siti Nur Faidah

Posting Komentar untuk "Sindrom Baby Blues Bukan Hanya Soal Iman, Tapi Juga Soal Imam"

close