cfFp0twC8a3yW2yPPC8wDumW5SuwcdlZsJFakior
Bookmark

Suami, Jadilah Imam yang Melindungi Istri dari Baby Blues

Menjadi seorang ibu adalah pengalaman yang mengubah hidup. Namun, pengalaman ini juga bisa menjadi hal yang sangat menantang, terutama bagi ibu yang baru pertama kali melahirkan.

Salah satu tantangan yang sering dihadapi oleh ibu pasca melahirkan adalah sindrom baby blues. Sindrom baby blues adalah kondisi psikologis yang ditandai dengan perasaan sedih, cemas, mudah marah, dan perubahan mood yang drastis.

Sindrom baby blues biasanya terjadi dalam 2-3 hari setelah melahirkan dan dapat berlangsung hingga 2 minggu. Meskipun sindrom baby blues adalah kondisi yang normal, namun jika tidak ditangani dengan tepat, sindrom baby blues dapat berkembang menjadi depresi pasca melahirkan.

5 Cara Penting untuk Mencegah Baby Blues

Salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko sindrom baby blues adalah stres. Nah, di sinilah peran suami menjadi sangat penting. Suami dapat berperan sebagai imam yang melindungi istri dari stres dan baby blues.

Berikut adalah 5 cara penting yang dapat dilakukan suami untuk mencegah baby blues pada istri:

Berikan dukungan emosional

Suami harus menjadi pendengar yang baik untuk istri. Dengarkan cerita dan keluhan istri dengan penuh perhatian. Berikan istri dukungan dan semangat.

Bantu istri dalam merawat bayi

Suami harus membantu istri dalam merawat bayi. Bantu istri mengganti popok, menyusui, memandikan bayi, dan lain-lain.

Beri istri waktu istirahat

Istriku membutuhkan waktu istirahat yang cukup untuk memulihkan diri dari persalinan. Berikan istri kesempatan untuk beristirahat, tidur, dan melakukan kegiatan yang disukainya.

Cegah istri dari stres

Suami harus membantu istri untuk menghindari stres. Bantu istri untuk menyelesaikan tugas-tugas rumah tangga. Hindari membuat istri merasa tertekan atau bersalah.

Ajarkan istri untuk mengelola stres

Ajarkan istri cara mengelola stres. Istri dapat melakukan olahraga, meditasi, atau yoga untuk membantunya mengelola stres.

Sindrom Baby Blues Bukan Hanya Soal Iman, Tapi Juga Soal Imam

Permasalahan yang sering menjadi cobaan bagi pasangan baru punya anak pertama biasanya adalah karena faktor ketidaksiapan menjadi seorang ayah maupun ibu. Di sinilah peran utama seorang suami menjadi imam bagi keluarganya, agar istrinya yang baru melahirkan tidak mengalami baby blues.

Sindrom Baby blues merupakan masalah psikologis yang biasa dialami oleh seorang ibu pasca melahirkan. Kondisi psikis ini menyebabkan ibu lebih emosional dan sensitif, seperti mudah sedih, cemas, lelah, lekas marah, sering menangis, kurang nafsu makan, sulit tidur, dan sulit konsentrasi.

Peran suami dalam mencegah sindrom baby blues 

Berikut ini nasehat bijak untuk para suami yang mempunyai istri baru melahirkan (dikutip dari laman FB Siti Nur Faidah)

Jangan Sampai Istrimu Lelah dan Lapar

"Nak, istrimu sudah makan?"

"Belum Bu, masih sibuk nyusuin si adek."

"Ambilkan Nak, suapin!"

"Kan bisa ambil sendiri Bu."

"Gak sempat Nak, dari tadi adek gak mau ditinggal kan."

"Iya Bu."

"Gitu emang Nak, kalau punya anak bayi. Gak sempat ngapa-ngapain, makan pun tak sempat kadang. Kamu harus peka Nak."

"Iya Bu."

"Nanti kalau ibu pulang, pastikan selalu ada makanan untuk istrimu ya!"

"Iya Bu."

"Suami itu wajib menyediakan sandang, pangan dan papan buat istri Nak."

"Sandang itu pakaian yang bersih. Jadi nyuci baju itu kewajibanmu,"

"Pangan itu makanan. Jadi memasak itu kewajibanmu,"

"Papan itu tempat tinggal yang layak dan bersih. Jadi, bersih-bersih rumah itu juga kewajibanmu,"

"Selama ini istrimu sudah bantu kamu untuk melaksanakan kewajibanmu Nak, berterimakasih lah. Sekarang Dia habis lahiran saatnya kamu yang peka akan keadaanya yang tak bisa banyak bantu kamu karena fokus merawat bayi kalian. Sebenarnya pasti istrimu ingin mengerjakan semua itu, tapi memang kadang gak sempat adanya. Jangan sampai kamu gak peka apalagi protes ya...."

"Iya Bu,"

"Jangan sampai istrimu lapar dan lelah juga Nak, bahaya!"

"Bahaya bagaimana Bu?"

"Bahaya Baby blues sama depresi paska melahirkan Nak, seperti berita yang belakangan ini banyak terjadi. Itu salah satu penyebabnya bisa jadi karena lapar, lelah dan kurang perhatian."

"Iya Bu."

"Suami punya peranan yang penting agar itu semua tak terjadi. Kalau kamu lihat cucian numpuk, cucikan Nak. Kalau gak sempat laundriin,"

"Kalau istrimu gak sempat masak, masakin. Kalau kamu gak sempat masak, belikan di luar Nak,"

"Kalau kamu lihat rumah kotor, sekiranya kamu lagi santai-santai, bersihkan Nak. Kalau kamu lelah, bayar orang. Jangan sampai suruh istrimu bersihin ya."

"Iya Bu."

"Istrimu sedang menata hatinya Nak. Dia butuh penyesuaian paska melahirkan.  Apa yang dia dengar dari luar bisa jadi menyinggung hatinya. Kadang memang kita gak bisa mengatur omongan orang Nak, tapi kamu bisa jadi pendengar yang baik untuk curhatannya dan terus memberi semangat positif padanya."

Kesimpulan

Suami memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah baby blues pada istri. Dengan memberikan dukungan emosional, membantu istri dalam merawat bayi, memberikan istri waktu istirahat, mencegah istri dari stres, dan mengajari istri cara mengelola stres, suami dapat membantu istri untuk melewati masa-masa sulit pasca melahirkan.

Post a Comment

Post a Comment

close