Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Lebih Utama Mana, Murajaah Hafalan Atau Tilawah Untuk Mengejar Khataman?

Banyak di antara kaum muslimin yang sering bertanya karena belum memahami ajaran Islam secara penuh. Sebenarnya lebih utamanya antara murajaah hafalan atau tilawah untuk mengejar khataman? 

Idealnya, seorang yang dalam keadaan sedang berproses menghafal Al-Qurân, ia mempunyai jadwal dan waktu khusus untuk muraja'ah dan juga jadwal untuk tilâwah. Sehingga ia bisa menghatamkan Alquran dan juga bisa tetap menjaga hafalannya.

Namun, terkadang titik ideal tersebut susah dicapai dan tidak mudah dipraktekkan. Lalu, bagaimana solusi terbaiknya? Apakah sebaiknya lebih mengoptimalkan muraja'ah dan menunda khataman secara rutin, atau tetap meneruskan tilawahnya agar bisa rutin mengkhatamkan Al-Qurân namun mengurangi porsi muraja'ahnya?

Pendapat yang dipilih tentunya harus memprioritaskan hal yang lebih utama. Dalam hal ini adalah mengoptimalkan muraja'ahnya. Walaupun dengan hal tersebut ia mesti menunda khatamannya. Apa alasannya?

Pilihan ini dilandasi oleh dua alasan utama:
  1. Muraja'ah termasuk bagian dari menjaga hafalan yang hukumnya wajib. Sedangkan bertilawah untuk merutinkan khataman hukumnya sunnah. Maka yang wajib tentunya harus diutamakan daripada yang sunnah.
  2. Dalam proses muraja'ah secara otomatis ada unsur tilawah, tapi dalam tilawah belum tentu ada murajaah. Karenanya, seseorang yang membaca 1 Juz, sebanyak 30x putaran insyâallâh pahala tilawahnya akan sama dengan orang yang membaca 30 Juz dalam sekali putaran.
Mungkin lain halnya bagi mereka yang telah menyelesaikan hafalannya, karena dalam tilawah hariannya selalu ada murajaah. Sehingga jika ia serius untuk meluangkan waktunya, hampir pasti selalu bisa menggabungkan keduanya. 

Wallâhu a'lam.

- Muhammad Laili Al-Fadhli -

Posting Komentar untuk "Lebih Utama Mana, Murajaah Hafalan Atau Tilawah Untuk Mengejar Khataman? "