Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mencintai Yesus Jadi Tanda Keislaman dan Keimanan Seorang Muslim

Salah satu kesalahpahaman umum di antara banyak non-Muslim bahwa Muslim tidak percaya pada Yesus atau Nabi Isa AS. Informasi yang salah dan asumsi adalah bahan bakar yang mendorong mitos ini. 

Ada banyak non muslim yang salah paham terhadap orang muslim. Sebagian mereka berasumsi bahwa seorang muslim dianggap tidak mempercayai Yesus atau nabi Isa AS.

Padahal, faktanya umat Islam percaya dan beriman kepada Yesus dan sangat mencintainya seperti halnya umat Kristen. Namun ada perbedaan utama yang terkait peran Yesus.

Perbedaan Utama Peran Yesus bagi Umat Islam dan Kristen

Mayoritas penganut Kristen percaya bahwa Yesus adalah Tuhan yang bereinkarnasi atau anak Tuhan. Sedangkan seorang Muslim menolak tegas gagasan bahwa Tuhan mempunyai anak atau merupakan bagian dari trinitas. Umat Islam meyakini firman Allah dalam Alquran:
وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ ۖ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا
Dan katakanlah: "Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya." (QS. Al-Isra:111).

Menurut keyakinan Islam, Yesus adalah seorang Nabi Allah sebagaimana Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Beliau adalah seorang Nabi sekaligus Rasul yang datang untuk menyampaikan pesan Tuhan kepada umat manusia.  

Ada seorang mualaf wanita asal Carolina Utara, Sumayyah Meehan, dia pernah menceritakan kisahnya ketika mempertanyakan tentang peran Yesus. "Saya masih ingat duduk di ruang tamu dengan ibu saya sebagai seorang anak dan membersihkan beberapa album foto lama. Saya membuka salah satunya dan gambar seorang pria yang sangat muda dengan rambut panjang dan mata biru meluncur keluar. Jadi, saya ingin tahu siapa dia dan ibu saya berkata, 'Oh itu Yesus!," katanya. 

"Bahkan sebagai seorang anak kecil, saya mempertanyakan bagaimana gambaran seperti itu bisa ada jika dia hidup ratusan tahun yang lalu. Saya tidak mengerti bagaimana “foto” ini bisa nyata dan saya bertanya kepada ibu saya untuk jawaban lebih lanjut. Namun ibu saya tidak memilikinya," tambahnya. 

Sejak saat itu, pertanyaan “Mengapa Tuhan membutuhkan seorang anak laki-laki?” tertanam kuat di benak Sumayyah. Pertanyaan itu terus dipendamnya dari waktu ke waktu. Namun, ia belum bisa menemukan orang yang mampu menjawabnya.

Sumayyah meyakini ada kebingungan dan kerancuan mengenai peran Yesus dalam iman agama yang dianut sebelumnya. Banyak penganut agama sebelumnya percaya bahwa Yesus adalah anak Tuhan, sementara sebagian lainnya percaya bahwa dia adalah Tuhan.

Di dalam keluarga Sumayyah, mereka percaya keduanya yang semakin membuat tambah kebingungan baginya. Dia tidak mengerti kepada harus berdoa? kepada Tuhan atau Yesus? 

Sementara umat Islam meyakini dengan sepenuhnya bahwa Yesus adalah hamba dan Nabi Allah SWT.

Sumayyah telah melihat neneknya duduk dan berdoa dengan tangan terkepal dan berkata, "Dalam nama Yesus. Amin” Jadi Sumayyah pun melakukan hal yang sama.

Baru setelah Sumayyah masuk perguruan tinggi, ia akhirnya mempunyai banyak kesempatan untuk mengeksplorasi dan mencari tahu siapa Yesus itu. Dia mengunjungi banyak gereja, dari Katolik hingga Presbyterian, dan segala sesuatu di antaranya.

Dia tak peduli berapa banyak gereja yang dia kunjungi atau khotbah yang dia dengarkan, dia tetap belum bisa menemukan Yesus. Butuh berbulan-bulan baginya, sampai pada akhirnya dia menyadari bahwa sudah seharusnya dia mencari Tuhan.

Namun, suatu hari ia sempat membaca Alquran terjemah yang membuatnya sangat tertarik. Sumayyah membacanya pada tahun 1996 saat ia berusia 22 tahun. 

Dia bercerita bahwa setelah hanya membaca beberapa halaman, air matanya mengalir. Dia membaca dan terus membaca, menyerap setiap kata selama beberapa bulan ke depan. 

Saat bacaannya sampai di Surat Maryam, yang dinamai dengan nama Maria ibu Yesus, dia akhirnya mengerti peran Yesus sebagai Nabi Allah dan belajar kebenaran tentang kelahirannya yang ajaib, kehidupan dan kenabiannya. Dia semakin tahu bahwa Islam adalah agama baginya dan dia menyatakan keimanannya kepada Allah SWT bersama dengan semua Kitab dan Nabi-Nya. Subhanallah..

Semoga banyak umat Islam dan umat non muslim lainnya yang mengambil pelajaran dari kisah nyata yang diceritakan oleh sumayyah tersebut. Kisah perjalanan untuk menemukan Yesus.

Posting Komentar untuk "Mencintai Yesus Jadi Tanda Keislaman dan Keimanan Seorang Muslim"

close