Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

15 Hadits Terindah tentang Kesehatan dan Kebersihan

Islam menekankan pada setiap aspek kehidupan. Baik itu pernikahan, aktivitas kehidupan sehari-hari atau kesehatan dan kebersihan. Nabi (SAW) telah menguraikan gaya hidup Muslim dengan jelas. Fokus utama Nabi kita (SAW) adalah pada kebersihan dan kesehatan pribadi.

Tidak hanya beliau saja, tetapi Allah (S.W.T) dan para malaikatnya juga menyoroti pentingnya kebersihan. Kebersihan dan pemeliharaan kebersihan sangat penting dalam Islam. 

Berikut adalah hadits tentang kesehatan dan kebersihan yang akan memberi Anda perspektif yang lebih luas tentang pentingnya kesucian, kebersihan dan kesehatan.

Sabda Nabi Tentang Kebersihan dan Kesehatan

Berikut adalah beberapa alasan mengapa menjaga kebersihan kita sangat penting:
  • Menjaga diri dan lingkungan Anda tetap bersih membuat Anda tetap bugar dan sehat.
  • Anda akan tetap aman dari penyakit dan infeksi.
  • Allah (S.A.W.) menyukai orang yang menjaga kebersihan dan menjaga kesehatannya.
  • Malaikat mengirimkan berkah mereka ke rumah di mana kebersihan dan kebersihan terjaga.
  • Lingkungan rumah yang bersih meningkatkan estetika tempat tinggal Anda.
Kami telah membahas beberapa dari banyak manfaat kebersihan. Sekarang mari kita beralih ke 15 hadits tentang kebersihan dan kebersihan.

1. Manfaat Menggunakan Miswak Setiap Hari:

Menggunakan siwak sesekali sangat dianjurkan, baik Sunnah maupun Hadits. Istri Nabi Ai'sha melaporkan bahwa Nabi berkata, 
"miswak (ranting dari pohon) membersihkan dan mensucikan mulut dan menyenangkan hati Allah".

Apalagi menurut Abu Huraira; 
“Seandainya saya tidak membebani pengikut saya, saya akan memerintahkan mereka untuk menggunakan siwak sebelum setiap doa.” 
Hadits ini tercantum dalam Al-Bukhari dan Al-Muslim yang diketahui mengutip hadits asli sebagaimana diriwayatkan oleh Nabi (SAW).

2. Memotong Kuku

Menurut Abu Hurairah, Nabi (SAW) akan memotong kukunya setiap hari Jumat sebelum berangkat shalat Jum'at. Nabi telah memerintahkan kita untuk memotong kuku kita setelah maksimal 40 hari.

3. Latihan dan Olahraga

Banyak olahraga seperti panahan dan berkuda yang dianjurkan dalam Islam. Gaya berjalan Nabi adalah apa yang di dunia modern disebut sebagai "jalan bertenaga" karena para sahabat telah melaporkan bahwa dia adalah pejalan kaki yang sangat cepat dan dia akan menyarankan orang lain untuk melakukan hal yang sama juga untuk tetap sehat. 

Menurut hadis yang dibagikan di bawah ini, seorang Muslim yang kuat secara fisik lebih dicintai Allah karena ketika seorang Muslim aktif dan energik, dia akan dapat melakukan semua tanggung jawab agama dan dunianya dengan cara yang jauh lebih baik.

4. Puasa Untuk Menjaga Kesehatan

Puasa intermiten dan manfaatnya bagi kesehatan manusia telah mendapatkan popularitas besar dalam beberapa tahun terakhir. Namun, ini adalah sesuatu yang telah dipraktikkan oleh Nabi dan para pengikutnya selama berabad-abad. 

Nabi sendiri akan berpuasa setiap hari Senin dan Kamis dan juga pada tanggal 13 hingga 15 setiap bulannya. Bahkan ketika dia tidak berpuasa, rutinitas makannya hampir mirip dengan apa yang kita sebut puasa intermiten karena dia kebanyakan hanya makan sekali sehari. Dan meskipun dietnya sederhana, makanan itu penuh dengan makanan bergizi seperti kurma, semangka, susu, dan minyak zaitun.

5. Minum Air dengan Cara yang Benar

Agama Islam menunjukkan cara minum air yang benar bagi umat Islam khususnya dan untuk manusia umumnya, berdasarkan hadits dan Sunnah Nabi kita tercinta Muhammad, yaitu:
  1. Memulai dengan bismillah
  2. Melihat ke air sebelum meminumnya
  3. Minum dengan tangan kanan
  4. Selalu duduk saat sedang minum
  5. Minum air dalam 3 tegukan
  6. Mengakhiri dengan baca alhamdulillah
Cara-cara tersebut sekarang banyak didukung oleh ilmu pengetahuan juga, misalnya Nabi selalu menganjurkan untuk minum air secara perlahan dan menurut ilmu pengetahuan modern juga mengatakan bahwa minum air terlalu banyak dalam satu waktu dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh yang dapat menyebabkan kelelahan atau pusing.

6. Tidur yang Cukup

Nabi tidak pernah menganjurkan bahwa umat Islam harus melupakan tidur mereka dalam upaya mereka untuk menyenangkan Allah. Dia telah memberikan beberapa pedoman tentang praktik tidur yang baik. 

Misalnya, beliau menganjurkan mematikan lampu sebelum tidur dan penelitian terbaru menunjukkan bahwa tidur dalam kegelapan total penting untuk menjaga keseimbangan hormon tubuh. Di bawah ini kami bagikan beberapa hadits terindah tentang pentingnya tidur di bawah ini:
  1. Salah satu hadis Nabi (saw) di Sahih Al-Bukhari mengatakan, “Jika seorang dari kamu merasa mengantuk saat berdoa, maka ia harus pergi ke tempat tidur (Tidur) sampai tidurnya berakhir"(SB 210).
  2. Nabi (saw) mengatakan kepada salah seorang sahabat (Ibnu Amr) yang berdoa sepanjang malam "shalat dan juga tidur di malam hari, karena tubuh Anda memiliki hak pada Anda”(SB 1874).
  3. Setelah Nabi (saw) masuk masjid dan melihat tali tergantung di antara dua pilarnya. Dia mengatakan, “Apa tali ini?" Orang-orang berkata, “Tali ini adalah untuk Zainab, apabila dia merasa lelah, ia memegang itu (untuk menjaga berdiri untuk shalat.)" Nabi (Saw) berkata, "Jangan menggunakannya. Lepaskan tali. Anda harus berdoa selama Anda merasa aktif, dan ketika Anda lelah, tidur"(SB 1099).
  4. Hadits diriwayatkan oleh Aisyah (istri Nabi (saw]) dalam Musnad Ahmad (MA) bercerita tentang seorang wanita dari suku Bani Asad, yang duduk dengan Aisha ketika Rasulullah (saw) datang ke rumah saya dan berkata, “Siapa ini?" Aisha menjawab, “Dia adalah begitu dan begitu". Dia tidak tidur di malam hari karena dia terlibat dalam shalat. Maka Nabi berkata tidak setuju, “Kerjakan perbuatan yang berada dalam kapasitas sebagai Allāh tidak pernah lelah memberikan imbalan sampai Anda bosan melakukan perbuatan baik"[MA 25.244).
  5. Nabi (saw) mengatakan, “Matikan lampu ketika Anda pergi ke tempat tidur, menutup pintu, dan air penutup dan wadah makanan

7. Menjaga Kebersihan Pribadi:

Nabi (SAW) menyarankan menjaga kebersihan pribadi dalam banyak hadits. Tidak hanya Nabi (SAW), Allah (SWT) juga telah berpesan kepada umat Islam untuk menjaga kebersihan diri.

Menurut sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah (disebutkan dalam Sahih Muslim dan Sahih Bukhari);

“Lima amalan yang fitrah: khitanan, mencukur bulu kemaluan, memotong kuku dan memotong kumis.”

8. Cuci Tangan Anda:

Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya mencuci tangan. Sebelum makan, setelah selesai makan, sebelum tidur, setelah bangun tidur, singkatnya, setelah setiap tugas, Nabi kita (SAW) menganjurkan umatnya untuk mencuci tangan secara teratur.

Abu Hurairah meriwayatkan;

"Jika salah seorang dari kalian terbangun dari tidurnya, janganlah ia mencelupkan tangannya ke dalam bejana sampai ia membasuhnya tiga kali. Sesungguhnya dia tidak mengetahui kemana tangannya bermalam.”

Ini jelas menunjukkan bahwa Nabi (SAW) sangat fokus pada cuci tangan.

9. Jaga Kebersihan Lingkungan Anda:

Nabi Muhammad (SAW) tidak hanya berpesan untuk menjaga kebersihan tubuh kita tetapi juga menganjurkan kita untuk menjaga kebersihan lingkungan kita.

Mu'adz melaporkan bahwa Nabi kita (SAW) memberi tahu bahwa;

“Waspadalah terhadap tiga perbuatan yang menyebabkan kamu dilaknat: buang air di tempat teduh (yang dimanfaatkan orang), di jalan atau di tempat berair.”

Selain itu, beliau juga menekankan bahwa membersihkan jalan untuk orang lain dan menjaga kebersihan jalan adalah tindakan amal.

Abu Dzar Al-Ghafari meriwayatkan bahwa;

“Menyingkirkan hal-hal berbahaya dari jalan adalah tindakan amal (sadaqah).”

10. Bersuci Setelah Buang Air Besar

Nabi sangat menyarankan umat Islam untuk bersuci setelah buang air kecil atau besar, juga dikenal sebagai istinja. Ini sekarang didukung dan direkomendasikan oleh para peneliti modern juga karena tidak mencuci atau hanya menggunakan kertas toilet dapat menyebabkan penyebaran kuman seperti E.coli.

Dalilnya adalah hadits Anas radhiyallahu 'anhu, yang berkata: Nabi (sallallahu alaihi wasallam) sering buang air kecil, kemudian anak laki-laki lain dan saya akan membawa bejana air dan tombak pendek [untuk digunakan sebagai sutrah untuk doa yang akan dia lakukan setelah melakukan wudhu] dan dia akan membersihkan dirinya dengan air.”
(HR. al-Bukhari, 149; Muslim, 271)

11. Hindari makan berlebihan

Nabi kita (SAW) sangat mendorong kita untuk menjaga pola makan kita sehat dan organik. Menurut hadits, “Tidak ada seorang pria yang mengisi wadah lebih buruk dari perutnya”.

Hadits lain tentang makan yang shahih juga disebutkan dalam At-Tirmidzi adalah;

"Beberapa potong yang menjaga punggungnya tetap tegak sudah cukup baginya. Jika terpaksa, maka sepertiganya untuk makanan, sepertiga untuk minum, dan sepertiga untuk bernafas”.

Hadits lain mengatakan:

Jangan makan berlebihan karena itu akan memadamkan cahaya iman di dalam hatimu” [7]

Hadits ini dengan jelas menunjukkan bagaimana makan berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, gula, obesitas dan berbagai penyakit jantung lainnya. Oleh karena itu, penting untuk mengikuti sunnah Nabi kita dan menjalani hidup yang lebih sehat.

12. Minum Obat Saat Dibutuhkan

Nabi Muhammad (SAW) juga mendorong penggunaan pengobatan dan obat-obatan. Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurraira;

Saya datang kepada Muhammad (SAW), dia dan para sahabatnya sedang duduk ketika beberapa orang Arab dari desa terdekat datang dan bertanya; Wahai Rasulullah, apakah kami harus menggunakan obat dan berobat?

Untuk pertanyaan ini, Nabi kita (SAW) menjawab;

Manfaatkan berobat, karena Allah tidak menurunkan penyakit tanpa memberikan obatnya, kecuali satu penyakit, yaitu usia tua.”

Hadits shahih yang dengan jelas menunjukkan bahwa Nabi kita (SAW) telah menganjurkan kita untuk menggunakan obat-obatan untuk penyembuhan penyakit dan gangguan.

13. Jaga Kebersihan

Rasulullah SAW bersabda, “Kebersihan adalah sebagian dari iman”. Hadits ini disebutkan dalam Sahih Muslim, yang merupakan Kuttab-ul-Sittah dalam Islam Sunni. Salah satu hadits paling menonjol yang disebutkan dalam buku ini terkait dengan kebersihan dan kesehatan. Nabi kita (SAW) sangat menekankan pada pemeliharaan kesehatan dan kebersihan dan menurut ha nidits, itu dianggap sebagai setengah dari Iman seorang Muslim.

Allah (SWT) dan Nabi-Nya Muhammad (SAW) telah membimbing kita untuk menjaga kebersihan untuk meningkatkan rezeki kita. Ada sejumlah hadits dan Sunnah yang menjelaskan bahwa menjaga kebersihan adalah kunci masuk surga. hadits tentang kebersihan :

Islam itu bersih. Karena itu, Anda juga harus menjaga kebersihan diri. Hanya orang yang bersih yang bisa masuk surga.”

14. Fokus pada Kesehatan Mental

Nabi kita (SAW) menyarankan kita untuk fokus pada kesehatan mental kita serta kesehatan fisik. Menjaga pikiran yang damai dan menerima perubahan hidup dapat sangat membantu dalam menjaga kesehatan mental kita.

Seorang pria pernah bertanya kepada Nabi (SAW), "beri saya nasihat", di mana Nabi (SAW) berkata, "jangan marah dan marah". Pria itu berulang kali menanyakan pertanyaan yang sama dan Nabi (SAW) mengulangi jawaban yang sama. 

Nabi (SAW) mengatakan jika orang tersebut mengendalikan amarahnya, ia dapat dengan mudah mengendalikan segala sesuatu yang lain; kecemasan, depresi, ketegangan dan stres.

Menurut sebuah riwayat otentik, “Orang yang kuat bukanlah orang yang bisa bergulat, tetapi orang yang kuat adalah orang yang dapat mengendalikan dirinya pada saat marah.” 

Mengontrol amarah dapat menenangkan pikiran Anda yang mengurangi kemungkinan stroke dan penyakit fatal lainnya.

15. Mandi dan Bersuci

Abu Dzar meriwayatkan bahwa;

Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat lalu mengerjakannya dengan baik, mensucikan dirinya dan mengerjakannya dengan baik, dan memakai pakaian yang paling bagus, dan memakai apa saja yang Allah tetapkan baginya dari wewangian keluarganya, maka ia datang ke masjid dan mengerjakannya. tidak melakukan pembicaraan yang sia-sia atau memisahkan (mendorong antara) dua orang; dia akan diampuni (dosanya) antara hari itu dan Jumat sebelumnya.”

Oleh karena itu, Nabi kita sangat fokus pada kebersihan dan mendorong umat Islam untuk tetap sehat dengan mengikuti ajaran Islam. Mandi juga merupakan bagian dari penyucian umat Islam yang harus dilakukan oleh umat Islam untuk menjaga kebersihan diri.

Sumber: www.theislamicquotes.com