Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Rahasia Mencari Istri Salihah versi Mbah Kyai Sepuh

Rahasia cari istri saleha versi Mbah Kyai Sepuh
"Golek bojo kui lek iso seng ngerti ngaji kitab, Ojo seng apal Qur'an didisekke"..
Demikian salah satu dawuh kyai sepuh. Alasannya, karena perempuan yang pernah ngaji kitab, itu tahu unggah-ungguh (tata krama) kepada suami, carane ngormati bojone piye.

Dan tidak semua wanita penghafal Al-Qur'an (hafidhoh) itu sholihah bahkan sebaliknya.. Na'udzubillah..

Ada cerita seorang santri sowan mbah yai, Dan dia
pengen pamitan boyong untuk menikah. Dia ditangkleti(ditanya)

Kyai : "calon bojomu apal Qur'an po ngaji kitab?"
Dia jawab :"ngapalken Qur'an yai"..
Mbah yai :"Golek'o seng ngaji kitab (dengan nada tegas). Singkat cerita, santri tersebut langsung ngGolek(mencari) sing ngaji kitab.

Dawuh Mbah Kyai :
"Alamat ilmu iku entek nek wong seng apal Qur'an mek gawe sima'an karo deresan tok" .
-------------------------
Menanggapai hal itu, sebenarnya adalah ada sebagian santri salah satu pondok di jawa yang sowan kepada kyai-Nya saat akan menikah. Kemudian sang kyai menanyakan hal seperti dalam dialog itu. Kemudian Ada teman dari santri itu menulis kejadian itu. Dan diakhir paragraf teman itu mengutip dawuhnya Mbah kyai tersebut. 

Syaikhona Simbah Kyai Maimoen pernah dawuh dan kalau diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia kurang lebih nya adalah :

"Termasuk tanda akhir zaman adalah banyaknya orang yang menghafal Al-Qur'an. Ini diisyaratkan dengan Kata Tsumma ( ﺛﻢ ) yang berarti Kemudian. Kata ﺛﻢ  dalam ilmu nahwu mempunyai faidah : ﻟﻠﺘﺮﺗﻴﺐ ﻭﺍﻟﺘﺮﺧﻲ  (tartib Dan tarokhi) jadi ada waktu senjang yang lumayan lama)"

ﺛﻢ ﺍﻭﺭﺛﻨﺎ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺍﻟﺼﻄﻔﻴﻨﺎ ﻣﻦ ﻋﺒﺎﺩﻧﺎ 

"Kemudian kami wariskan kitab ini kepada orang² yang kami pilih dari hamba² kami"

Akan tetapi sebagian dari orang yang menghafal itu ada yang zholim kepada diri sendiri, sehingga Al-Qur'an tidak dijadikan sebagai imam, tetapi hanya dijadikan sebagai bacaan rutin dan bahan sima'an saja.

Sedangkan kita sebagai umat nabi Muhammad selalu diajarkan untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai imam dan petunjuk. Seperti dalam Bacaan
berikut :

ﺭﺿﻴﺖ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﺭﺑﺎ ﻭﺑﺎﻹﺳﻼﻡ ﺩﻳﻨﺎ ﻭﺑﻤﺤﻤﺪ ﻧﺒﻴﺎ ﻭﺭﺳﻮﻻ ﻭﺑﺎﻟﻘﺮﺁﻥ
ﺇﻣﺎﻥ ﻭﺩﻟﻴﻼ

"Walaupun zholim tetapi tidak boleh diejek, karena
mereka pasti hamba pilihan (ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺍﻟﺼﻄﻔﻴﻨﺎ ﻣﻦ
ﻋﺒﺎﺩﻧﺎ )، sehingga Allah akan memasukkan surga orang² yang mewarisi kitab Al-Qur'an baik itu golongan :

ﻓﻤﻨﻬﻢ ﻇﺎﻟﻢ ﻟﻨﻔﺴﻪ
ﻭﻣﻨﻬﻢ ﻣﻘﺘﺼﺪ
ﻭﻣﻨﻬﻢ ﺳﺎﺑﻖ ﺑﺎﻟﺨﻴﺮﺍﺕ ﺑﺈﺫﻥ ﺍﻟﻠﻪ

- Ada yang menganiaya diri mereka sendiri
- Diantara mereka Ada yang pertengahan
- Diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan Izin Allah.
Bisa mewarisi kitab merupakan fadl (karunia) dari ALLAH :

ﺫﻟﻚ ﻫﻮ ﺍﻟﻔﻀﻞ ﺍﻟﻜﺒﻴﺮ

Dan bagaimanapun golongan itu, dijamin ALLAH masuk surga.
ﺟﻨﺔ ﻋﺪﻥ ﻳﺪﺧﻠﻮﻧﻬﺎ
--------------- --------------
Golek bojo Pinter kitab iku luweh apik ketimbang seng apal Qur'an.

Yang dimaksud adalah wanita yang hanya hafal AlQur'an tanpa tahu hukum agama.
------------------------------
Ada juga yang diwejangi seperti itu, Karena bertanya menjaga hafalan itu, dan santri yang akan menikah itu kurang mampu secara ekonomi. Sehingga dikhawatirkan akan lupa dengan hafalanya karena ikut membantu suami nya dalam mencari nafkah.

Beliau Mbah Kyai juga mengatakan bahwa mencari ilmu Agama itu hukumnya fardlu 'Ain, sedangkan menghafal Al-Qur'an itu hukumnya fardlu kifayah.

Fardlu 'Ain Dengan dasar :

ﻃﻠﺐ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻓﺮﻳﻀﺔ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﻣﺴﻠﻢ

Sedangkan fardlu kifayah, karena diantara banyak sahabat Nabi, kabarnya hanya 6 yang hafal Al-Qur'an secara menyeluruh.

ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺍﻋﻠﻢ بالصواب

Semoga bermanfaat

Posting Komentar untuk "Tips Rahasia Mencari Istri Salihah versi Mbah Kyai Sepuh"