Jaga Jarak dan Tidak Berjabat Tangan Pada Masa Wabah Adalah Bimbingan Rasulullah SAW

Diantara sikap bijak dan dewasa adalah ketika seseorang mau menjalankan aturan pemerintah dalam menjaga jarak aman di masa tersebarnya virus corona ini termasuk di masjid pada pelaksanaan shalat Jum'at atau Jama'ah

Karena aturan tersebut ternyata senada dengan bimbingan Nabi Muhammad saw , sebagaimana disebutkan Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah :

(( اجعل بينك وبين المجذوم قدر رمح ))

" Jadikan jarak antara dirimu dan orang yang terkena penyakit kusta seukuran tombak "

Jika penyakit kusta yang terlihat dengan kasat mata saja kita diperintah oleh Rasulullah saw untuk mengantisipasi dengan menjaga jarak , maka bagaimana dengan penyakit yang tidak terlihat dan sangat cepat penyebarannya ?

Jadi aturan itu merupakan tindakan preventif dari pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran penyakit , dan hal itu memang sangat ditekankan dalam Maqasid Syari'ah demi menjalankan Hifdzunnafs ( menjaga jiwa seseorang )

Memang ini hal yang berat untuk dijalankan dimasjid karena beresiko meluapnya jama'ah masjid , tapi perlu kita ingat bahwa jika aturan tersebut tidak dijalankan sebab kurangnya sikap kooperatif dari masyarakat,  maka demi menjaga jiwa masyarakat secara umum pemerintah dapat mengambil keputusan untuk ditiadakannya shalat jum'at pada masjid tersebut

jika kita dihadapkan dengan dua hal yang buruk yang tidak bisa dihindari ,  maka kita diperintah untuk menjahui keburukan yang terbesar dengan menjalankan keburukan yang lebih ringan diantara keduanya , sebagaimana disebutkan dalam Qa'idah fiqhiyyah :

 إذا تعارض مفسدتان رُوعي أعظمُهما ضررًا بارتكاب أخفهما

Jadi pilihannya satu diantara dua :

1. Tetap menjalankan Shalat Jum'at dengan menjaga jarak shaf sesuai tuntunan Nabi Saw meskipun beresiko meluapnya jama'ah hingga keluar area masjid

2. Shalat Jum'at terpaksa ditiadakan karena tidak adanya sikap kooperatif dari masyarakat

Bagi seorang muslim yang cerdas tentu dengan mudah mengambil tindakan pada situasi seperti ini

Selain Physical distancing , tidak berjabat tangan untuk beberapa saat ini juga bentuk ajaran Nabi Muhammad saw , sebagaimana disebutkan dalam hadits shohih yang diriwayatkan Imam Muslim , bahwa suatu ketika datang seorang utusan dari daerah tsaqif untuk bertemu dengan Rasulullah saw , namun setelah diketahui orang tersebut terkena penyakit kusta maka beliau saw tidak menjabat tangannya seraya bersabda :

(( إِنَّا قَدْ بَايَعْنَاكَ فَارْجِعْ ))

" Aku telah membaiatmu , maka kembalilah "

Jadi , menjaga jarak dan tidak menjabat tangan pada masa seperti ini bukan timbul dari ketakutan yang berlebihan atau tidak bersikap pasrah pada takdir , justru ini merupakan buah ketaatan pada Nabi Muhammad saw dengan menjalani yang beliau sampaikan untuk menghadapi ujian ini , dan ummat terbaik adalah mereka yang mau taat secara totalitas pada arahan Nabi saw, mari jadi muslim yang cerdas , bijak dan bersikap dewasa dalam mengambil sikap , Wallahu a'lam.

Oleh : Sayyid Husein Ali Assegaf, Lc.

Belum ada Komentar untuk "Jaga Jarak dan Tidak Berjabat Tangan Pada Masa Wabah Adalah Bimbingan Rasulullah SAW"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel