Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah Fatwakan Rokok Elektronik Haram

Segala bentuk rokok elektronik atau vape hukumnya haram karena merusak atau membahayakan. Demikian poin fatwa dari Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Hal ini mempertegas fatwa haram rokok yang sudah dikeluarkan sebelumnya.

Sebagaimana rokok konvensional, rokok elektronik haram karena termasuk kategori perbuatan mengkonsumsi barang yang khaba'is atau merusak atau membahayakan. Menghisap rokok elektronik mengandung unsur menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan, bahkan perbuatan bunuh diri secara cepat atau lambat. Perbuatan tersebut dilarang menurut Alquran Surah Al Baqarah ayat 195 dan Surah An Nisa' ayat 29.

Selain itu, menghisap rokok elektronik merupakan perbuatan yang membahayakan diri dan orang lain yang terkena paparan uapnya sebagaimana kesepakatan para ahli medis dan akademisi. Rokok elektronik sebagaimana rokok konvensional diakui mengandung zat adiktif dan unsur racun yang membahayakan, tetapi dampak buruk rokok elektronik dapat dirasakan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Karena itu, belanja rokok elektronik juga merupakan perbuatan tabzir atau pemborosan yang dilarang menurut Alquran Surah Al Isra ayat 26 dan 27. Menggunakan rokok elektronik bertentangan dengan unsur-unsur tujuan syariah, yaitu pelindungan agama, pelindungan jiwa dan raga, pelindungan akal, pelindungan keluarga, dan pelindungan harta.

Pada intinya, yang namanya rokok, baik konvensional maupun elektronik bertentangan dengan prinsip-prinsip kesempurnaan Islam, iman, dan ihsan.

Belum ada Komentar untuk "Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah Fatwakan Rokok Elektronik Haram"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel