Rebo Wekasan atau Rabu Pungkasan adalah salah satu tradisi yang dilakukan sebagian umat Islam pada Rabu terakhir di bulan Safar. Rebo Wekasan memiliki makna penting dalam budaya Islam, terutama dalam menghadapi musibah dan bala.
![]() |
| Tradisi Rebo Wekasan di Gresik, Warga Suci Arak Tumpeng Hingga Jalan Mundur. Rebo Wekasan di Suci, Manyar, Gresik (Foto: detikcom) |
Ritual Rebo Wekasan berasal dari keyakinan bahwa pada Rabu terakhir di bulan Safar, akan terjadi turunnya musibah dan bencana. Banyak orang menganggap hari ini sebagai hari yang penuh dengan kesialan dan ancaman bala. Oleh karena itu, amalan khusus dilakukan pada hari tersebut untuk menangkal berbagai malapetaka.
Keyakinan ini berkembang di kalangan umat Islam dan menjadi tradisi yang terus dilestarikan, terutama dalam rangka memohon perlindungan dari Allah SWT di hari yang dianggap rawan bencana ini.
Sejarah dan Asal Usul Rebo Wekasan
Rebo Wekasan dikenal sebagai hari dimana diyakini akan turunnya musibah dan bala. Oleh karenanya, umat Islam mengadakan ritual khusus pada hari ini untuk menolak bala dan memohon perlindungan kepada Allah. Menurut kalender Kementerian Agama dan Nahdlatul Ulama, Rebo Wekasan pada tahun 2024 jatuh pada Rabu, 4 September 2024, atau bertepatan dengan 30 Safar 1446 H.
Asal usul Rebo Wekasan berasal dari keyakinan bahwa bulan Safar adalah bulan yang penuh dengan ujian dan cobaan. Dalam pandangan sebagian ulama, bulan ini dianggap membawa tanda-tanda kesialan, terutama pada hari Rabu terakhirnya. Oleh karena itu, diperlukan amalan khusus untuk menghadapi dan menghindari bala tersebut.
Amalan Rebo Wekasan Menurut Mbah Moen Zubair
![]() |
| Sumber foto: NU Online |
Kiai Haji Maimoen Zubair, atau yang akrab disapa Mbah Moen, adalah salah satu ulama kharismatik yang mengajarkan amalan khusus untuk dilakukan pada Rebo Wekasan. Beliau menyampaikan bahwa pada hari Rebo Wekasan, terdapat tumpuan bala dan cobaan. Oleh sebab itu, beliau menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan sholat empat rakaat dengan bacaan surah-surah tertentu.
Dalam setiap rakaat sholat Rebo Wekasan, Mbah Moen menganjurkan membaca surah Al-Kautsar sebanyak 17 kali, surah Al-Ikhlas lima kali, dan masing-masing satu kali surah Al-Falaq dan An-Nas. Menurut Mbah Moen, bacaan ini memiliki keutamaan tersendiri dalam menjaga keselamatan dan menjauhkan diri dari musuh.
Makna dan Hikmah di Balik Bacaan Amalan Rebo Wekasan
Keutamaan Membaca Surah Al-Kautsar
Surah Al-Kautsar dikenal sebagai surah yang mengandung banyak keutamaan. Dengan membaca surah ini sebanyak 17 kali dalam sholat Rebo Wekasan, diyakini bahwa kehidupan seseorang akan menjadi lebih tenang dan dilimpahi rezeki. Selain itu, menurut Mbah Moen, musuh-musuh yang mencoba menjatuhkan kita akan ditumpas oleh Allah.
Makna Membaca Surah Al-Ikhlas
Surah Al-Ikhlas yang dibaca lima kali dalam amalan ini juga memiliki makna yang mendalam. Ayat pertama dan kedua dari surah ini, yaitu "Qul huwallahu ahad, Allahus shomad", menegaskan bahwa hanya Allah yang Maha Esa dan menjadi tempat bergantung segala sesuatu. Mbah Moen menekankan bahwa semakin dekat seseorang dengan Allah, semakin baik hidupnya.
Fungsi Surah Al-Falaq dan An-Nas
Mbah Moen juga menjelaskan pentingnya membaca surah Al-Falaq dan An-Nas untuk menolak bala. Menurutnya, kedua surah ini mampu menjadi pelindung dari bahaya yang datang dari berbagai arah. Bacaan ini dipercaya dapat mengembalikan segala bentuk bala kembali ke asalnya.
Makna Filosofis di Balik Rebo Wekasan
Mbah Moen menjelaskan bahwa nama Safar sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti kuning, yang dalam budaya Arab diasosiasikan dengan kepucatan dan kekosongan. Bulan Safar dianggap sebagai bulan yang kosong, dimana Allah menciptakan bumi. Dengan mengingat proses penciptaan ini, diyakini bahwa seseorang akan selamat dari segala macam bahaya dan bala.
Rebo Wekasan, oleh karena itu, bukan hanya sekedar ritual, tetapi juga sebuah pengingat spiritual tentang kekuasaan Allah atas ciptaan-Nya dan pentingnya berdoa untuk perlindungan dari segala macam malapetaka.
Amalan Lain yang Dianjurkan di Hari Rebo Wekasan
Selain sholat dan membaca surah-surah Al-Quran, beberapa amalan lain juga dianjurkan pada hari Rebo Wekasan. Di antaranya adalah bersedekah, berdoa dengan sungguh-sungguh, serta memperbanyak dzikir dan istighfar. Amalan-amalan ini dianggap dapat memperkuat pertahanan spiritual seseorang dari bala dan musibah.
Adapun berbagai ulama di Indonesia, seperti Nahdlatul Ulama (NU), juga mengadakan doa bersama dan pengajian khusus di hari Rebo Wekasan untuk memohon perlindungan Allah bagi umat Islam di seluruh dunia.




Posting Komentar