cfFp0twC8a3yW2yPPC8wDumW5SuwcdlZsJFakior
Bookmark

Berapa Besaran Gaji Rasulullah SAW saat Bekerja dengan Siti Khadijah?

Rasulullah SAW dikenal bukan hanya sebagai utusan Allah SWT, namun juga sebagai pedagang yang jujur dan terpercaya. Kejujuran dan integritas Nabi Muhammad SAW dalam berdagang menjadi salah satu aspek utama yang menjadikan beliau dikenal luas, bahkan sebelum diangkat menjadi nabi. 

Ilustrasi: detikcom

Sebagai pedagang, Rasulullah SAW menunjukkan karakter mulia yang menjadi teladan bagi umat Muslim hingga kini.

Perjalanan Dagang Rasulullah SAW Sejak Muda

Dalam Sejarah Terlengkap 25 Nabi karya Rizem Aizid, diceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW mulai terjun ke dunia perdagangan sejak usia 12 tahun. Saat itu, beliau diajak oleh pamannya, Abu Thalib, untuk ikut dalam rombongan dagang menuju negeri Syam. Perjalanan ini menjadi awal dari karir Rasulullah SAW sebagai pedagang yang nantinya akan membentuk reputasi beliau sebagai sosok yang jujur dan amanah.

Seiring berjalannya waktu, Rasulullah SAW terus mengasah kemampuannya dalam berdagang. Hingga suatu hari, beliau bertemu dengan Siti Khadijah, seorang wanita kaya dan terhormat di Makkah, yang nantinya akan menjadi istri beliau. Pertemuan ini menjadi titik penting dalam kehidupan Rasulullah SAW, tidak hanya dari segi kehidupan pribadi tetapi juga karir perdagangan beliau.

Pertemuan Rasulullah SAW dengan Siti Khadijah

Siti Khadijah, yang dikenal sebagai salah satu pengusaha besar pada masanya, membutuhkan seseorang yang dapat dipercaya untuk memimpin rombongan dagang ke Syam. Mendengar reputasi Nabi Muhammad SAW sebagai pemuda jujur dan berakhlak mulia, Khadijah memutuskan untuk mengajak beliau bekerja sama. Keputusan ini tidak hanya didasarkan pada kemampuan bisnis Rasulullah SAW, tetapi juga pada kepercayaan Khadijah terhadap integritas beliau.

Siti Khadijah melihat potensi besar dalam diri Nabi Muhammad SAW, sehingga ia merasa yakin untuk menawarkan posisi tersebut kepada beliau. Berdasarkan riwayat yang ditulis dalam buku Khadijah: Cinta Sejati Rasulullah karya Abdul Mun’im, Khadijah menggambarkan Rasulullah SAW sebagai sosok yang cerdas, sopan, dan tenang dalam menghadapi berbagai situasi. Dengan keyakinan ini, Khadijah mengajukan tawaran kepada Nabi Muhammad SAW melalui pamannya, Abu Thalib.

Besaran Gaji Rasulullah SAW saat Bekerja dengan Siti Khadijah

Dalam proses negosiasi, Khadijah menekankan pentingnya transparansi dan keadilan dalam sistem penggajian. Sebagai seorang pebisnis yang bijak, ia menghindari praktik-praktik yang dapat merusak hubungan antara mitra bisnis. 

Menurut buku Belajar Bisnis kepada Khadijah oleh Azti Arlina, Khadijah menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW akan mendapatkan upah yang lebih besar dibandingkan dengan orang lain dari kaumnya, karena kejujuran dan integritas beliau.

Ø£َÙ†َّ رَسُولَ اللّٰÙ‡ِ صَÙ„َّÙ‰ اللّٰÙ‡ُ عَÙ„َÙŠْÙ‡ِ ÙˆَسَÙ„َّÙ…َ Ù‚َالَ: "Ø£َجَرَÙ†ِÙŠ Ø®َدِيجَØ©ُ بِÙ†َتُ Ø®ُÙˆَÙŠْÙ„ِدَ جَÙ…َÙ„َÙŠْÙ†ِ"

Artinya: "Saya telah melakukan dua kali perjalanan dagang untuk Khadijah dan mendapatkan upah dua ekor unta betina dewasa." (Jami' Shaghir)

Selain itu, Khadijah memberikan hadiah berupa unta untuk Nabi Muhammad SAW saat beliau berhasil menyelesaikan perjalanan dagang ke Syam. Menurut riwayat Ibnu Sa'd dalam kitab Thabaqat, pamannya, Abu Thalib, pernah meminta agar Rasulullah SAW digaji dengan empat ekor unta, dan Khadijah memenuhi permintaan tersebut.

Pengaruh Besar Rasulullah SAW dalam Dunia Bisnis Islam

Kisah Rasulullah SAW dalam dunia perdagangan bersama Siti Khadijah memberikan banyak pelajaran penting tentang etika bisnis dalam Islam. Kejujuran, integritas, dan transparansi menjadi nilai-nilai utama yang harus dipegang teguh dalam menjalankan bisnis. 

Rasulullah SAW, dengan segala akhlak mulianya, memberikan teladan yang jelas tentang bagaimana seorang Muslim harus berperilaku dalam kegiatan ekonomi.

Meski jumlah pasti gaji Rasulullah SAW tidak tercatat secara rinci, riwayat-riwayat yang ada menunjukkan betapa tingginya penghargaan yang diberikan Khadijah kepada beliau. Hal ini tentu menjadi bukti bahwa dalam dunia bisnis, kepercayaan dan kejujuran jauh lebih berharga daripada sekadar keuntungan materi.

Kesimpulan

Rasulullah SAW tidak hanya dikenal sebagai sosok yang mulia dalam dakwahnya, tetapi juga sebagai pedagang yang sukses dan amanah. Pengalaman beliau bekerja dengan Siti Khadijah memberikan pelajaran penting bagi umat Islam tentang pentingnya menjalankan bisnis dengan kejujuran dan tanggung jawab. Nilai-nilai ini masih relevan hingga saat ini, terutama dalam menjalankan bisnis sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.

Posting Komentar

Posting Komentar

close