cfFp0twC8a3yW2yPPC8wDumW5SuwcdlZsJFakior
Bookmark

Tips Mudah Menguji Kebenaran Awal Syawal bagi Orang Awam Menurut Gus Baha

Gus Baha, seorang Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), memberikan cara mudah bagi orang awam untuk mengetahui kebenaran awal bulan Syawal. 

Gus Baha berdiskusi dengan abdi ndalem buyutnya, Mbah Abdurrahman, yang memberikan tips kepada orang awam untuk mengetahui siapa yang benar ketika ada perbedaan penentuan awal bulan Syawal.

Dalam diskusi tersebut, Mbah Abdurrahman mengatakan bahwa pada zaman dulu orang semuanya mengandalkan bulan untuk menentukan awal Syawal. Ketika terjadi polemik tentang awal Syawal, mereka akan melihat tanggal 15, apakah bulan sudah sempurna atau belum.

"Kata abdi ndalem buyut saya, sebenarnya mudah saja bab penentuan awal Syawal. Orang yang meributkan awal bulan tadi nanti diminta melihat bulan di tanggal 15 (bulan hijriah). Sekarang dihitung saja. Jadi cobalah mencintai ilmu, jangan suka bertengkar. Perkara awal Syawal saja kok bertengkar," katanya dikutip dari Youtube Santri Gayeng, Kamis (20/4/2023).

Gus Baha menjelaskan secara rinci bahwa cara mengetahui mana yang benar di antara perbedaan pendapat dalam menentukan awal Syawal adalah dengan mengecek bulan pada tanggal 15. 

Misalnya, jika Mustofa berpendapat bahwa awal Syawal jatuh pada hari Ahad, sedangkan si Rukhin berpendapat bahwa awal Syawal jatuh pada hari Senin, dan Mas Abu berpendapat bahwa awal Syawal jatuh pada hari Selasa, maka cara untuk mengetahui mana yang benar adalah dengan mengecek posisi bulan pada tanggal 15.

Jika pada tanggal 15 bulan belum purnama, berarti Mustofa salah. Jika posisi bulan pada tanggal 15 sudah cukup sempurna, maka Rukhin yang benar. Namun, jika posisi bulan pada tanggal 15 sudah mulai menyusut, maka Mas Abu yang benar.

Menurut Gus Baha, cara ini adalah perangkat awam yang bisa digunakan untuk memperlihatkan siapa yang benar dalam perbedaan pendapat tentang awal Syawal. 

Namun, banyak orang Indonesia yang masih suka bertengkar tentang hal ini karena mereka hanya ingin memikirkan bahwa negara Indonesia sekarang lebih membela Nahdlatul Ulama.

Gus Baha menambahkan bahwa tidak masalah jika ada perbedaan pendapat dalam menentukan awal Syawal, karena hal ini sesuai dengan sunnatullah. Orang yang tidak menekuni ilmu Falak sebaiknya mempercayai ilmu dan tidak banyak bicara.

Referensi: NU Online 

0

Posting Komentar

close