cfFp0twC8a3yW2yPPC8wDumW5SuwcdlZsJFakior
Bookmark

Petunjuk Nabi Muhammad untuk Mencapai Malam Lailatul Qadar yang Penuh Berkah

Malam Lailatul Qadar adalah malam yang sangat mulia, di mana pada malam itu, seluruh Alquran diturunkan ke langit dunia secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW. 

Kepentingan dan keutamaan malam Lailatul Qadar tercermin dalam surat Alqadr dalam Al-Quran, yang menyatakan bahwa malam tersebut lebih baik daripada seribu bulan lainnya. 

Para malaikat dan Ruh (Jibril) turun pada malam itu dengan izin Allah untuk mengatur semua urusan. Ganjaran bagi mereka yang mendapatkan Lailatul Qadr diibaratkan sebagai pahala beribadah selama 1000 bulan. 

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰىمَطْلَعِ الْفَجْرِ ࣖ

Artinya : “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.

Namun, Allah tidak memberikan petunjuk yang pasti tentang kapan Lailatul Qadr akan datang. Dalam Buku "Risalah Khotbah: Wasiat Sepanjang Masa" karya Amin Farih dkk, disebutkan bahwa ketidakpastian waktu Lailatul Qadr ini memiliki hikmah yang besar. Jika waktu Lailatul Qadr sudah pasti, manusia mungkin hanya menunggu dan melaksanakan ibadah pada waktu itu saja.

Rasulullah SAW, sebagai pemimpin yang sangat penyayang terhadap umatnya, memberikan petunjuk bagi mereka yang sungguh-sungguh ingin mencapai Lailatul Qadr. 

Beliau pernah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah RA: 

"Cari Lailatul Qadr pada sepuluh malam terakhir Ramadhan." (HR Bukhari). 

Dalam riwayat lain, terdapat redaksi yang lebih khusus, yaitu di malam-malam ganjil, sebagaimana sabda beliau: "Sesungguhnya aku diperlihatkan Lailatul Qadar, dan, aku telah dilupakannya, dan saat itu pada sepuluh malam terakhir, pada malam ganji!" (HR Bukhari).

Dengan demikian, petunjuk yang diberikan Nabi SAW semakin spesifik, yaitu pada 10 malam terakhir di bulan Ramadhan dan pada malam-malam ganjil.

Dalam ceramahnya, Ustadz Abdul Somad menekankan bahwa meraih Lailatul Qadr tidaklah mudah, kecuali bagi mereka yang sungguh-sungguh dalam ibadah. 

UAS menjelaskan bahwa ibadah puasa sejati bukan hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menahan mata, telinga, pikiran, lidah, hati, kaki, dan tangan dari perbuatan dosa.

Ustadz Somad memberikan contoh, "Ibadah puasa mengharuskan kita tetap beraktivitas namun tetap menjaga pandangan, menahan lidah agar tidak berbicara yang buruk, dan menghindari mengungkit aib orang lain."

Kemudian malam harinya diisi penuh dengan beribadah dan hanya mengharapkan pahala dari Allah. 

“Magrib ke Isya, abis isya dengarkan kultum, tarawih, witir, tadarus, (lalu) pulang tidur, jam 3 bangun, bangunkan istri untuk sholat tahajud berjamaah 8 rakaat, istigfar, Insya Allah beramal dari malam pertama hingga malam terakhir bulan Ramadhan, Allah akan hadiahkan Lailatul Qadar. Aamiin,” kata ustadz Somad.

Sumber: Republika

Posting Komentar

Posting Komentar

close