cfFp0twC8a3yW2yPPC8wDumW5SuwcdlZsJFakior
Bookmark

Pentingnya Memilih Surat Pendek saat Menjadi Imam Sholat

Sebagai seorang imam, Anda harus memperhatikan kondisi jamaah, seperti orang tua, lansia dan anak kecil, sebelum memimpin sholat. Hal ini disarankan oleh Nabi Muhammad SAW. Beliau pernah mempercepat sholat karena mendengar tangisan anak kecil.

Menurut Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI, Dr KH Ahsin Sakho Muhammad, suatu ketika Nabi Muhammad mendapat keluhan dari seorang jamaah. Jamaah tersebut merasa keberatan karena sholat yang dipimpin oleh sahabat Nabi, Mu'adz, membaca surat Al Baqarah yang panjang. Sang jamaah yang notabene seorang petani ingin segera beristirahat.

Mendengar keluhan itu, Nabi Muhammad memanggil Mu'adz dan menceritakan keluhan jamaahnya. Nabi memerintahkan Mu'adz untuk memilih surat-surat pendek saat menjadi imam agar tidak memberatkan makmum.

"Kamu itu membuat gaduh saja Mu'adz, kalau kamu jadi imam bacalah surat yang pendek-pendek saja, seperti surat Al'Ala," pesan Nabi Muhammad kepada Mu'adz.

Peristiwa ini menjadi pelajaran bahwa menjadi imam harus memperhatikan kondisi jamaah. Jangan sampai tindakan seorang imam merugikan atau membuat jamaah tidak mau sholat berjamaah lagi atau jengkel kepada sang imam.

Ahsin menyarankan agar surat-surat pendek diambil dari Juz 30 Al-Quran saat menjadi imam sholat. Hal terpenting adalah jamaah dapat melaksanakan sholat berjamaah dan sunnah Nabi dilakukan.

Ahsin juga menyarankan agar Kementerian Agama membuat Fiqih Imamah atau buku panduan menjadi imam sholat. Buku itu dapat membantu para imam dalam memilih surat yang tepat saat memimpin sholat agar nyaman bagi para jamaah.


0

Posting Komentar

close