cfFp0twC8a3yW2yPPC8wDumW5SuwcdlZsJFakior
Bookmark

Cara Efektif Meraih Hasil Optimal dari Shalat Istikharah

Sering muncul sebuah pertanyaan, bagaimanakah jawaban dari shalat istikharah itu? Dapatkah orang yang memiliki dosa besar atau masa lalu yang kelam memperoleh jawaban dari shalat istikharah? 

Perlu diketahui bahwa shalat istikharah adalah anjuran Rasulullah ketika kita menghadapi kesulitan dan kegelisahan dalam hidup. Melakukan shalat istikharah adalah bukti dari ketergantungan kita sebagai hamba kepada Allah.

Istikharah dalam Islam adalah memohon kebaikan dari Allah dalam suatu perkara yang akan dilakukan.

ويسن ركعتان للإستخارة أي طلب الخير فيما يريد أن يفعله

Artinya, "Dan dianjurkan (shalat) dua rakaat untuk istikharah yaitu memohon kebaikan pada perkara yang akan dikerjakan," (Al-Bakri Utsmani bin Muhammad, I'anatut Thalibin [Beirut: Darul Fikr, 2003 M], juz I, halaman 297).

Seseorang yang mengutamakan istikharah kepada Allah akan mendapatkan berkah dari-Nya. Sementara itu, meninggalkan istikharah kepada Allah berpotensi membuat seseorang menyesal di masa depan. Hal ini sebagaimana yang disabdakan Rasulullah:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ مِنْ سَعَادَةِ ابْنِ آدَمَ اسْتِخَارَتُهُ اللَّهَ وَمِنْ سَعَادَةِ ابْنِ آدَمَ رِضَاهُ بِمَا قَضَاهُ اللَّهُ وَمِنْ شِقْوَةِ ابْنِ آدَمَ تَرْكُهُ اسْتِخَارَةَ اللَّهِ وَمِنْ شِقْوَةِ ابْنِ آدَمَ سَخَطُهُ بِمَا قَضَى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ

Artinya, "Rasulullah bersabda, 'Salah satu keberuntungan anak Adam adalah dia beristikharah kepada Allah, dan salah satu keberuntungan anak Adam adalah ridha dengan keputusan yang Allah tetapkan, salah satu kecelakaan anak Adam adalah meninggalkan beristikharah kepada Allah, dan salah satu kecelakaan anak Adam adalah benci terhadap keputusan yang Allah berikan," (HR Ahmad).

Dengan demikian, shalat istikharah adalah salah satu cara yang efektif untuk meraih hasil optimal dalam menghadapi berbagai keputusan hidup. Memohon petunjuk dan ridho hanya kepada Allah SWT.

Bentuk hasil dari shalat istikharah

Adapun di antara bentuk hasil istikharah adalah:

1. Ditakdirkan oleh Allah dengan perkara yang lebih baik dari yang kita harapkan. Seorang yang shalat istikharah berarti meminta kepada Allah agar diberikan perkara yang terbaik. 

Kita yakin bahwa Allah telah menyiapkan rencana yang lebih baik dari apa yang kita harapkan. Terkadang, apa yang kita anggap baik ternyata masih jauh dari yang Allah telah siapkan untuk kita. Namun, kita percaya bahwa apa yang ditakdirkan oleh Allah adalah yang terbaik bagi kita.

أن المراد بقوله فاستخرت أي دعوت بدعاء الإستخارة وطلبت منه تعالى ما هو خير لأن ما سألوه وإن كان خيرا فقد يكون غيره من الخيرات أفضل منه

Artinya, “Sesungguhnya yang dimaksud dengan ucapan (orang yang shalat) ‘Aku beristikharah’ adalah aku berdoa dengan doa istikharah dan meminta kepada Allah perkara yang paling baik. Hal ini karena perkara yang baik yang diminta seorang hamba, terkadang ada perkara baik lain yang jauh lebih baik darinya (permintaan hamba),” (Al-Bujairimi Sulaiman bin Muhammad, Hasyiatul Bujairami ‘ala Khathib [Beirut: Darul Fikr, 2002], juz I, halaman 18).

2. Dimantapkan oleh Allah untuk memilih pilihan yang paling baik. Shalat istikharah biasanya dilakukan saat kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sulit. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk berulang-ulang membaca doa istikharah hingga kita merasa yakin dalam hati bahwa Allah telah memberikan petunjuk untuk memilih yang terbaik. 

Jika setelah berulang-ulang membaca doa istikharah kita masih belum merasa mantap, maka kita dapat melanjutkan dengan memilih pilihan yang telah kita putuskan sebelumnya.

بل يسمي حاجته ثم يفعل ما ينشرح له صدره فإن لم يظهر له الحال في أول مرة كرر ما عدا الصلاة فإن لم يظهر له شيء فتوكل على الله ومضى لما هو عازم

Artinya, “Hendaknya ia menyebutkan hajatnya (dalam doa istikharah) kemudian ia melakukan perkara yang dilapangkan dadanya untuk mengerjakannya. Apabila belum terlihat keadaan (dilapangkan dada) dalam kesempatan pertama, maka hendaknya ia ulang-ulangi (doa istikharah) di luar shalat (istikharah). Apabila tetap tidak mendapatkan sesuatu (kelapangan dada) maka hendaknya ia berpasrah (tawakkal) kepada Allah serta mengerjakan perkara yang ia putuskan,” (Muhammad Nawawi Al-Bantani, Nihayatuz Zain, [Beirut, Darul Fikr: 2002 M], halaman 106).

Shalat istikharah adalah perintah Allah untuk setiap orang dalam menghadapi segala urusan, baik yang kecil maupun yang besar. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Jabir,

عن جابر قال كان النبي يعلمنا الإستخارة في الأمور كلها كما يعلمنا السورة من القرآن

Artinya, “Diceritakan dari sahabat Jabir, beliau mengatakan ‘Rasulullah mengajarkan kami untuk beristikharah dalam segala sesuatu sebagaimana beliau (Rasulullah) mengajarkan kami surat dari al-Qur’an,’” (HR Bukhari).

Oleh karena itu, tidak perlu ragu atau enggan untuk melaksanakan shalat istikharah, meskipun kita merasa dosa kita menumpuk, karena kita harus yakin bahwa Allah, Sang Maha Penyayang, pasti akan membantu kita.

Melakukan shalat istikharah sebenarnya adalah tanda bahwa kita membutuhkan bantuan Allah dan kita kembali berserah diri kepada-Nya. Hal ini dikuatkan dengan firman Allah dalam QS Az-Zumar ayat 53, 

قُلْ يَاعِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Artinya, “Katakanlah, ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dia (Allah) adalah Maha Pengampun, Maha Penyayang,’” (QS Az-Zumar ayat 53).

Kesimpulan

Shalat istikharah adalah praktek yang diperintahkan oleh Allah dalam menghadapi perkara baik kecil maupun besar. Namun, penting untuk diingat bahwa shalat istikharah hanya diperlukan dalam situasi di mana kita tidak tahu mana pilihan terbaik. 

Jika kita sudah tahu dengan jelas mana yang baik dan buruk, seperti dalam contoh ajakan untuk berbuat baik atau berbuat maksiat, maka shalat istikharah tidak diperlukan.

Sebelum melakukan shalat istikharah, sebaiknya kita berkonsultasi dengan orang-orang bijaksana untuk mendapatkan pandangan mereka. Hal ini dianjurkan oleh Syekh Mula Ali Al-Qari, yang menekankan pentingnya musyawarah sebelum shalat istikharah. 

المستحب دعاء الإستخارة بعد تحقق المشاورة في الأمر المهم من الأمور الدينية والدنياوية وأقله أن يقول اللهم اخترلي ولا تكلني إلى اختياري

Artinya, “Dan dianjurkan doa istikharah setelah musyawarah dalam perkara yang penting baik urusan dunia maupun akhirat. Dan minimal doa istikharah adalah ‘Ya Allah, pilihkanlah untukku, dan jangan pasrahkan aku kepada pilihan (hawa nafsu)ku,’” (Al-Qari Mula Ali, Mirqatil Mafatih, [Beirut, Darul Fikr: 2002], juz VIII, halaman 3326).

Dengan memahami prinsip-prinsip ini, kita dapat menghadapi setiap pilihan dengan bijaksana dan mengandalkan bimbingan Allah melalui shalat istikharah. Percayalah bahwa Allah adalah Maha Penyayang dan Maha Pengampun yang senantiasa siap membantu kita dalam setiap langkah hidup kita. Wallahu ’alam.

Posting Komentar

Posting Komentar

close