Ketika Hari Raya Idul Fitri tiba, umat Islam akan memadati masjid dan lapangan untuk melaksanakan sholat sunnah Idul Fitri. Sebelum berangkat dari rumah, Rasulullah SAW menganjurkan beberapa sunnah yang bisa diikuti sebagai persiapan untuk sholat Id tersebut.
Sunnah yang Dilakukan Nabi Muhammad Saat Idul Fitri
Berikut ini adalah beberapa amalan atas sunnah yang dilakukan oleh Rasulullah sebelum menunaikan shalat Idul Fitri:
1. Mandi
Disarankan untuk mandi sebelum pergi ke tempat sholat Idul Fitri. Meskipun dasarnya bukan langsung dari Rasulullah SAW, namun hal ini didasarkan pada atsar (catatan) yang dilakukan oleh Umar radhiyallahu anhu.
أَنَّ عَبْدَ اللهِ بْنَ عُمَرَ كَانَ يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ قَبْلَ أَنْ يَعْدُوَ إِلَى الْمُصَلَّى
Bahwa Abdullah Ibnu Umar ibnul Khattab radhiyallahuanhu mandi pada hari raya fithri sebelum berangkat shalat.
Asal usul praktek ini memang bukan langsung dari Rasulullah SAW, tetapi berasal dari praktik para sahabat Nabi. Namun, Al-Imam An-Nawawi rahimahullah memberikan komentar bahwa riwayat tersebut adalah riwayat yang sahih, sebagaimana tercatat dalam kitab beliau, Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab.
Namun, terdapat pandangan beberapa ulama yang menyatakan bahwa hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW mandi pada dua hari raya adalah hadits yang lemah.
عَنِ ابْنِ عَباسِ ، قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الأَضْحَى
Riwayat dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu menyebutkan bahwa Rasulullah SAW mandi pada hari Idul Fithri dan Idul Adha. (HR. Ibnu Hibban).
Namun, di antara yang meragukan riwayat tersebut adalah Al-Albani.
2. Menggunakan parfum
Disunahkan bagi yang melaksanakan sholat Id untuk menggunakan parfum atau wewangian. Hal ini dikarenakan akan bertemu dengan banyak orang dalam kesempatan tersebut.
3. Berpakaian yang terbaik
Disarankan untuk mengenakan pakaian dan perhiasan yang terbaik pada Hari Raya, terutama ketika pergi ke tempat shalat. Sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang memiliki jubah khusus untuk dipakai pada dua Hari Raya dan Hari Jumat.
كَانَ لِلنَّبِيِّ جُبَّةٌ يَلْبَسُهَا فِي العِيْدَيْنِ وَيَوْمِ الجُمُعَةِ
Dari Jabir radhiyallahu anhu bahwa Nabi SAW memiliki jubah yang dikenakannya pada saat dua hari raya dan hari Jumat. (HR. Al-Baihaqi)
4. Makan atau sarapan sebelum sholat
Disarankan untuk makan pagi atau sarapan sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri. Hal ini didasarkan pada hadits yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW tidak berangkat pada Hari Raya Idul Fitri sebelum memakan beberapa kurma.
عَنْ أَنَسٍ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ لَا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تَمَرَاتٍ
Dari Anas bin Malik radliyallahu anhu berkata, "Rasulullah tidak berangkat pada Idul Fithri hingga beliau memakan beberapa kurma. (HR. Bukhari)
Oleh karena itu, bisa disimpulkan bahwa Rasulullah SAW sarapan atau makan pagi sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri.
Dalam hal ini, penting untuk dipahami bahwa kurma bukan sekadar camilan, tetapi merupakan salah satu bahan makanan pokok sehari-hari orang Madinah.
Oleh karena itu, Al-Imam Asy-Syafi'i dalam kitab Al-Umm berfatwa agar orang yang datang ke masjid untuk melaksanakan sholat Idul Fitri harus makan dan minum terlebih dahulu sebelum melaksanakan sholat.
ونحن نأمر من أتى المصلى أن يأكل ويشرب قبل أن يغدو إلى المصلى فإن لم يفعل أمرناه بذلك في طريقه أو المصلى إن أمكنه فإن لم يفعل ذلك فلا شيء عليه ويكره له أن لا يفعل
Kami memerintahkan bagi yang mendatangi tempat sholat Id untuk makan dan minum terlebih dahulu sebelum mendatangi tempat sholat. Bila tidak makan, kami perintahkan untuk makan di jalan atau di tempat sholat bila memungkinkan. Namun bila tidak, tentu tidak berdosa tetapi hukumnya makruh bila tidak dikerjakan.
5. Bertakbir (Takbiran)
Disarankan bagi mereka yang melaksanakan shalat Idul Fithri untuk mengucapkan takbir. Kewajiban ini didasarkan pada Alquran dan juga sunnah nabawiyah:
Dalam masa lampau, orang-orang biasa mengucapkan takbir saat keluar dari rumah mereka menuju tempat shalat, dan mereka diam saat imam keluar. Ketika imam mengucapkan takbir, mereka pun mengikutinya.
كَانَ النَّاسُ يُكَبِّرُونَ فِي العِيدِ حِينَ يَخْرُجُونَ مِنْ مَنَازِلِهِمْ حَتَّى يَأْتُوا المُصَلِّي وَحَتَّى يَخْرُجُ الإِمَامُ فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ سَكَتُوا فَإِذَا كبر كبروا
"Dahulu orang-orang bertakbir di hari raya ketika mereka keluar dari rumah-rumah mereka hingga sampai di tempat shalat, sampai imam keluar, maka mereka pun diam. Bila imam bertakbir maka mereka pun bertakbir."
6. Mengambil Rute Berbeda
Disarankan untuk memilih rute yang berbeda saat pergi dan pulang.
7. Bertahniah
Disunahkan untuk mengucapkan selamat kepada sesama muslim pada Hari Raya Fitri. Hal ini dilakukan setelah melaksanakan shalat Idul Fithri, seperti yang diriwayatkan dari Jubair bin Nufair radhiyallahuanu, yang mengatakan:
"Para sahabat Nabi SAW apabila bertemu di hari raya (Id) sebagian dari mereka berkata kepada yang lain: "Taqabbalallahu Minnaa Wa Minkum (Semoga Allah menerima ibadah kita semua)" (HR Al-Muhamili).



Posting Komentar