cfFp0twC8a3yW2yPPC8wDumW5SuwcdlZsJFakior
Bookmark

Ngabuburit: Asal Usul dan Uniknya Istilah Sunda yang Populer di Bulan Puasa

Ngabuburit, istilah yang kerap terdengar di bulan suci Ramadhan saat menunggu waktu berbuka puasa. Ternyata, istilah populer ini berasal dari bahasa Sunda yang memiliki arti sore atau petang. 

Menurut Ketua Lembaga Budaya Sunda (LBS) Universitas Pasundan, Hawe Setiawan, ngabuburit adalah kegiatan untuk mengisi waktu dan menyongsong tibanya sore hari. 

Dalam Kamus Bahasa Sunda yang diterbitkan oleh Lembaga Bahasa dan Sastra Sunda (LBSS), ngabuburit berasal dari kalimat ngalantung ngadagoan burit yang artinya bersantai sambil menunggu waktu sore.

Hawe Setiawan menjelaskan bahwa burit awalnya adalah kata keterangan waktu yang kemudian diubah menjadi kata kerja dengan tambahan kata 'nga'. Hal ini menjadikan Bahasa Sunda unik karena variasi kosa katanya yang tak terbatas. 

Ngabuburit muncul seiring dengan masuknya kebudayaan Islam di tanah Sunda, menurut Hawe. Awalnya, anak-anak mengisi kegiatan ngabuburit dengan bermain permainan tradisional seperti bebeledugan atau meriam bambu. Namun, saat ini kegiatan ngabuburit lebih dinamis dan disesuaikan dengan kebudayaan daerah masing-masing untuk menghayati Ramadan.

Menurut Hawe, Bahasa Sunda memiliki sedikit kosa kata, tetapi variasinya tak terbatas. Keunikan Bahasa Sunda terdapat pada keterangan waktu seperti kata ngabuburit yang menjadi kata kerja dengan tambahan awal. 

Istilah ngabuburit cukup populer dan dikenal di seluruh Indonesia karena kegiatan ini dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Dengan mengetahui asal usul dan makna ngabuburit, semoga dapat memperkaya pengetahuan dan pemahaman kita tentang kebudayaan Indonesia.

Ngabuburit: Istilah yang Menjadi Populer di Seluruh Indonesia

Meskipun di beberapa daerah memiliki istilah ngabuburit yang berbeda, kini istilah ini telah menjadi populer dan dikenal luas di seluruh Indonesia. 

Hawe Setiawan, Ketua Lembaga Budaya Sunda (LBS) Universitas Pasundan, menjelaskan bahwa hal ini terjadi karena media sosial telah memainkan peran penting dalam menyebarkan istilah ngabuburit.

Menurutnya, "Saya kira mungkin karena faktor media, sehingga ngabuburit dikenal luas. Istilah ini juga mudah diucapkan oleh penutur non-bahasa Sunda." Dengan begitu, istilah ngabuburit menjadi semakin populer di Indonesia dan menjadi aktivitas yang terkenal pada bulan Ramadhan.

Posting Komentar

Posting Komentar

close