cfFp0twC8a3yW2yPPC8wDumW5SuwcdlZsJFakior
Bookmark

Siapakah Nama Fir'aun yang Tenggelam Ketika Mengejar Nabi Musa?

Firaun merupakan gelar yang digunakan oleh para raja dan ratu yang pernah memerintah Mesir Kuno.

Nama Firaun disebut lebih dari 70 kali di dalam kitab suci Alquran dan ia dikenal sebagai tokoh yang memusuhi dan memerangi Nabi Musa.

Firaun digambarkan sebagai sosok penguasa Mesir Kuno yang mempunyai angkatan bersenjata kuat, namun berbuat zalim terhadap kaum lemah dan bahkan menganggap dirinya sebagai Tuhan.

Diceritakan di dalam Al Quran bahwa Firaun tenggelam di Laut Merah bersama pasukannya saat mereka mengejar Nabi Musa beserta pengikutnya.

Namun, di dalam Al Quran tidak disebutkan secara spesifik nama dari Firaun yang hidup bersamaan dan satu zaman dengan Nabi Musa.

Jadi, siapa sebenarnya nama Firaun yang tenggelam di Laut Merah saat mengejar Nabi Musa?

Siapa nama asli Firaun pada zaman Nabi Musa?

Patung Ramses II di Memphis, Mesir yang diduga sebagai firaun yang hidup pada zaman Nabi Musa.(Wikimedia Commons)
Dalam sejarah peradaban Mesir Kuno yang berjalan selama sekitar 3.000 tahun, ditemukan lebih dari 100 penguasa Mesir yang bergelar Fir'aun.

Para ahli sejarah dan para ulama masih berdebat terkait siapakah Firaun yang disebutkan dalam Al Quran. Tapi mayoritas mereka cenderung meyakini bahwa Firaun yang hidup pada zaman Nabi Musa adalah Ramses II.

Pendapat ini diyakini sejalan dengan pendapat para ahli Alkitab. Karena kisah Firaun dan Nabi Musa juga disebutkan dengan jelas di dalam Alkitab.

Siapakah Ramses II?

Ramses II adalah Firaun yang hidup antara 1303-1213 SM, dan memerintah pada masa kejayaan Mesir Kuno.

Pendapat ini hampir disepakati seluruh sejarawan kontemporer, bahwa Nabi Musa juga hidup di Mesir pada abad ke-13 SM tersebut.

Ramses II dikenal dalam sejarah sebagai salah satu Firaun terkuat dan paling berpengaruh dalam sejarah Mesir Kuno.

Selama 66 tahun pemerintahannya, Ramses II diketahui memiliki angkatan perang yang kuat. Ia juga telah mendirikan banyak monumen, dan meninggalkan prasasti-prasasti.

Unsur arsitektur dan militer juga menjadi dua elemen yang melekat erat dengan sosok Fir'aun dalam Al Quran.

Misalnya dalam Al Quran surat Al-Fajr ayat 10 menyatakan bahwa Firaun mempunyai pasak-pasak, yang oleh para ulama ditafsirkan sebagai tentara yang banyak.

Dalam aspek militer, Ramses II termasuk Firaun yang ekspansif dan memiliki angkatan bersenjata yang kuat.

Indikasi lain bahwa era Ramses II bersamaan dengan masa hidup Nabi Musa adalah adanya budak-budak dari Suriah dan Kan'aan dalam jumlah besar di sekitar Sungai Nil. Dan di kemudian hari, budak-budak tersebut hijrah ke Mesir, diduga untuk bekerja.

Selanjutnya, indikasi bahwa Bani Israil mendiami negeri Mesir di era Ramses II dapat ditemukan dalam catatan Firaun Merenptah, putra Ramses II, berupa Merenptah Stela.

Dalam catatan tersebut, ilmuwan ahli Mesir Kuno dari Inggris bernama Flinders Petrie menemukan istilah "Israel".

Catatan sejarah ini juga mengundang pendapat bahwa Fir'aun yang hidup satu zaman dengan Nabi Musa tidak hanya satu.

Sebagian ahli mengemukakan bahwa diduga Ramses II telah wafat ketika Nabi Musa dalam pengasingan ke Sinai.

Ketika Nabi Musa kembali ke Mesir, yang berkuasa adalah Firaun Merenptah, putra sekaligus penerus Ramses II yang memerintah Mesir Kuno periode 1213-1203 SM.

Oleh karena itu, sosok Firaun yang mengejar Nabi Musa dan pengikutnya hingga ke Laut Merah adalah Merenptah.

Pendapat ini didukung oleh penyelidikan medis terhadap mumi Fir'aun Ramses II.

Dari hasil penyelidikan, Ramses II diduga meninggal karena sakit tua, seperti sakit gigi akut, artritis di pinggang, dan arteriosklerosis.

Mempertimbangkan kondisi itu, rasanya tidak mungkin bahwa Ramses II mampu mengejar Nabi Musa bersama pasukannya.

Sebaliknya, penyelidikan terhadap mumi Firaun Merenptah menunjukkan bahwa mayatnya menerima hentakan bertubi-tubi dan sepertinya pernah berada di dalam air dalam waktu sekejap.

Berdasarkan bukti sejarah tersebut, beberapa sejarawan menyimpulkan bahwa Fir'aun yang hidup bersamaan dengan Nabi Musa tidak hanya satu.

Ramses II merupakan Firaun yang berkuasa sejak Nabi Musa kecil hingga masa pengasingannya ke Sinai.

Sedangkan nama Firaun yang mengejar Nabi Musa hingga ke Laut Merah setelah masa pengasingannya adalah Merenptah, bukan Ramses II. 

Kesimpulan:

Mayoritas ahli dan sejarawan cenderung meyakini bahwa Firaun yang hidup pada zaman Nabi Musa adalah Ramses II, yang memerintah pada masa kejayaan Mesir Kuno antara 1303-1213 SM. Namun, ada indikasi bahwa Firaun yang hidup pada saat itu mungkin tidak hanya satu, dan bahwa Fir'aun yang mengejar Nabi Musa dan pengikutnya hingga ke Laut Merah adalah Merenptah, putra dan penerus Ramses II yang memerintah Mesir Kuno pada periode 1213-1203 SM. Ini didasarkan pada penyelidikan medis terhadap mumi Firaun Ramses II dan Merenptah.

Hikmah kisah Nabi Musa dan Firaun

Namun, meskipun terdapat debat mengenai siapa sebenarnya Firaun yang disebutkan dalam Al-Quran, kisah Nabi Musa dan Fir'aun tetap menjadi salah satu kisah paling terkenal dan menginspirasi dalam sejarah agama.

Kisah tersebut menggambarkan keberanian dan ketabahan Nabi Musa dalam menghadapi kezaliman dan kesombongan Firaun, serta keajaiban yang diperlihatkan oleh Allah untuk membantu Nabi Musa dan umatnya.

Selain itu, kisah ini juga memberikan pelajaran yang penting mengenai keadilan, kekuasaan yang harus dijalankan dengan bijaksana, dan ketaatan kepada Allah SWT.

Kisah Nabi Musa dan Firaun juga memiliki pengaruh yang luas dalam seni dan budaya, seperti dalam seni lukis, film, dan musik.

Meskipun kisah ini terjadi ribuan tahun yang lalu, namun nilai-nilai yang terkandung dalam kisah tersebut masih relevan dan berlaku hingga saat ini. Wallahu A'lam bisshowab..

Referensi:

  • Al-Hafiz, Afareez Abd Razak. (2011). Misteri Firaun (Terjemahan, Herlina Kamba). Jakarta: Zaytuna.
  • Prabowo, Wisnu Tanggap. (2021). Firaun, Haman, dan Misteri Piramida. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Sumber: Kompas 

Posting Komentar

Posting Komentar

close