cfFp0twC8a3yW2yPPC8wDumW5SuwcdlZsJFakior
Bookmark

Kisah Proses Pengangkatan Nabi Isa AS ke Langit Saat Dikejar Kaum Yahudi

Illustrasi Kisah Proses Pengangkatan Nabi Isa AS ke Langit Saat Dikejar Kaum Yahudi (Sumber foto: istock)

Menurut ajaran Islam, Nabi Isa AS diyakini berada di surga saat ini. Sebelum diangkat ke surga, Isa Al-Masih dikejar-kejar oleh kaum Yahudi yang ingin membunuhnya. Bagaimana kisah pengangkatan Isa AS?

Mahir Ahmad Ash-Shufiy dalam bukunya yang berjudul Tanda-Tanda Kiamat: Tanda-Tanda Besar, menjelaskan alasan mengapa orang Yahudi ingin membunuh Isa AS. Pada awalnya, Isa AS diutus oleh Allah SWT kepada Bani Israil untuk mengajak mereka kembali ke jalan yang benar.

Sebelum kedatangan Nabi Isa, Bani Israil telah berpaling dan memutarbalikkan ajaran Taurat sesuai dengan kepentingan mereka sendiri. Mereka berlaku dzalim dan merusak, serta tersesat dan menyesatkan. Mereka juga gemar melakukan kemungkaran, sehingga hati mereka menjadi keras.

Mereka membunuh setiap nabi yang diutus oleh Allah SWT kepada mereka. Mereka membunuh orang-orang yang mengajak mereka untuk melakukan kebaikan dan kebenaran. Bahkan, mereka melanggar perjanjian yang telah mereka sepakati dengan Allah SWT, sebagaimana yang dinyatakan dalam Surat Al-Baqarah ayat 83.

Ketika Isa AS diutus kepada mereka, Bani Israil menolak dan mendustakan ajarannya. Mereka memusuhi dan menyiksa Nabi Isa dengan berbagai cara. Padahal, Isa AS datang untuk membenarkan kitab Taurat yang telah diturunkan kepada mereka. Ia membawa bukti dan petunjuk, tetapi mereka sombong, angkuh, dan berpegang teguh pada keyakinan yang mereka buat sendiri.

Puncaknya, mereka ingin membunuh dan menyalib Nabi Isa. Namun, Allah SWT lebih mengetahui tipu daya dan kecurangan Bani Israil. Oleh karena itu, Dia mengangkat utusan-Nya ke surga dan menjadikan seorang lelaki yang mirip dengan Isa AS untuk menggantikannya di tiang salib.

Bani Israil percaya bahwa mereka telah membunuh Isa Al-Masih, padahal sebenarnya mereka salah menilai siapa yang mereka bunuh.

Kisah Diangkatnya Nabi Isa AS ke Langit

Berdasarkan buku Kisah Para Nabi terjemahan Qashash Al-Anbiya oleh Ibnu Katsir, terdapat riwayat mengenai pengangkatan Nabi Isa AS ke langit dalam beberapa atsar.

Ibnu Abu Hatim menyatakan, "Ahmad bin Sinan memberitahu kami, Abu Mu'awiyah menceritakan kepadaku, dari al-A'masy, dari Minhal bin Amr, dari Sa'id bin Jubair, dari Ibnu Abbas, yang berkata:

'Ketika Allah SWT hendak mengangkat Isa Al-Masih ke langit, beliau pergi menemui para sahabatnya yang berjumlah 12 orang dalam sebuah rumah. Di antara mereka terdapat orang-orang Hawariyyun (orang beriman).

Kemudian Nabi Isa berujar, "Sesungguhnya, di antara kalian ada yang kufur kepadaku 12 kali setelah ia beriman kepadaku."

Selanjutnya, Isa AS berkata: "Siapakah di antara kalian yang bersedia diserupakan wajahnya dengan wajahku dan menduduki kedudukanku untuk dibunuh lalu kedudukannya menjadi sederajat denganku?"

Tiba-tiba seorang yang paling muda usianya di antara yang hadir segera berdiri, yakni Yudas Iskariot. Lalu ia berkata: "Aku bersedia."

Nabi Isa berkata, "Duduklah." Isa Al-Masih mengulang ucapannya dan pemuda tadi segera berdiri lagi. Isa AS berkata, "Duduklah."

Isa Al-Masih mengulangi kembali ucapannya, dan ternyata yang berdiri pemuda itu lagi. Ia berkata: "Aku bersedia."

Isa AS berkata, "Engkaulah orangnya."

Kemudian ia diserupakan wajahnya oleh Allah SWT sehingga benar-benar mirip dengan wajah Isa Al-Masih. Saat itulah Nabi Isa diangkat oleh Allah SWT ke langit melalui lubang angin rumah itu.

Setelahnya, kaum Yahudi datang mencari Nabi Isa. Mereka segera menangkap pemuda yang wajahnya diserupakan dengan wajah Isa AS itu. Kemudian mereka membunuh dan menyalibnya.

Akhirnya, 12 orang pengikut Isa Al-Masih yang semula bersama dengannya dalam rumah itu menjadi kafir kepadanya. Mereka terbagi menjadi tiga kelompok.

Kelompok pertama berkata: "Dulu Allah SWT berada di antara kita. Sekarang ia diangkat ke langit." Mereka dikenal dengan kelompok Ya'qubiyah.

Kelompok kedua menuturkan, "Sebelumnya, putra Allah SWT berada di tengah-tengah kita. Lalu Dia mengangkat beliau menuju kepada-Nya." Mereka dikenal dengan kelompok Santhuriyah.

Kelompok ketiga menyatakan, "Kami adalah orang-orang yang meyakini bahwa Isa AS adalah seorang hamba dan Rasul-Nya atas kehendak Allah SWT. Kemudian, beliau diangkat ke hadirat-Nya." Mereka adalah kaum muslim.

Kedua kelompok (Ya'qubiyah & Santhuriyah) yang kafir melakukan konspirasi untuk membasmi dan menghancurkan kelompok muslim, hingga Allah SWT mengutus Muhammad SAW sebagai nabi."

Demikian kisah pengangkatan Nabi Isa AS, semoga kita bisa mengambil hikmah darinya ya..

Sumber: detikHikmah 

0

Posting Komentar

close