Setiap bayi lahir menangis. Jika tidak, hal itu bisa jadi tanda kematiannya atau masalah lainnya. Namun hal seperti ini tidak terjadi pada diri Nabi Isa dan ibunya Sayyidah Maryam alaihimas salam. Keduanya lahir ke dunia ini tanpa menangis. Mengapa?
Mengapa Bayi Lahir Menangis, Sementara Nabi Isa dan Ibunya Tidak?
Bayi yang baru lahir selalu menangis, namun pengecualian terjadi pada Nabi Isa dan ibunya, Maryam alaihima salam. Hal ini menjadi bahan perdebatan dari sudut pandang medis dan teologis.
Menurut pandangan medis, bayi lahir menangis karena dorongan alami untuk selamat. Bayi terhubung dengan jantung dan paru-paru ibunya melalui jalur yang ada dalam rahim. Saat bayi lahir, dia memerlukan napas pertama untuk bertahan hidup.
Menurut pandangan teologis Islam, Nabi Isa dan ibunya memiliki kedudukan istimewa dari Allah SWT. Mereka dilahirkan tanpa menangis sebagai tanda keistimewaan dalam melahirkan seorang nabi. Siti Maryam dianggap sebagai wanita yang suci, dan Nabi Isa diutus sebagai nabi besar yang dihormati dalam agama Islam.
Bagaimana Bayi Menangis Saat Lahir?
Tangisan bayi saat lahir membuka sirkulasi darah untuk memungkinkan oksigen masuk ke dalam paru-paru. Bayi dalam kandungan hidup dengan bantuan jalur yang menghubungkan jantung dan paru-parunya dengan organ dalam tubuh ibunya.
Setelah lahir, bayi mengambil napas pertama kali melalui perubahan peredaran darah. Proses menangis membuka paru-paru dan membantu bayi menghirup oksigen sendiri tanpa bergantung pada ibunya lagi. Tangisan juga merupakan salah satu cara bayi berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya.
Bukti Medis Mengapa Bayi Menangis Saat Lahir
Beberapa ahli medis percaya bahwa bayi yang lahir tanpa menangis dapat disebabkan oleh faktor genetik atau hormonal. Bayi yang lahir melalui operasi caesar atau metode lainnya juga tidak menangis karena tidak mengalami proses kelahiran normal.
Meskipun begitu, keistimewaan Nabi Isa dan ibunya tetap menjadi bagian penting dalam keyakinan agama Islam. Nabi Isa dihormati sebagai nabi yang diutus untuk membawa ajaran Allah kepada umat manusia, sementara Siti Maryam dianggap sebagai wanita yang luar biasa karena mampu melahirkan nabi tanpa bantuan suami.
Mengapa Bayi Menangis Menurut Perspektif Teologis?
Menurut perspektif teologis, tak seorang bayi selamat dari sentuhan setan ketika baru dilahirkan sehingga bayi tersebut menangis. Dalam kitabnya yang berjudul Sabîlul Iddikâr wal I’tibâr bimâ Yamurru bil Insân wa Yanqadli Lahu minal A’mâr, Allamah Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad menjelaskan hal ini. Kitab tersebut diterbitkan oleh Dar Al-Hawi pada tahun 1998 dengan Cet. II dan terdapat pada halaman 31.
Menurut pandangan teologis, setan mungkin mencoba mempengaruhi bayi agar tidak percaya pada Tuhan dan menjauh dari jalan kebenaran. Namun, bayi-bayi yang mengeluarkan suara tangisan saat lahir dikatakan telah melepaskan diri dari pengaruh jahat setan dan memulai kehidupan mereka di bawah naungan Tuhan. Hal tersebut sebagaimana kutipan berikut:
فإذا وضع الإنسان من بطن أمه، استهل صارخاً. وذلك من لكزة الشيطان لعنة الله، التي لم يسلم منها إلا عيسى بن مريم وأمه عليهما السلام ، وذلك أن الله أعاذهما منها ، بقول أم مريم زوجة عمران : [وإني أعيذها بك وذريتها من الشيطان الرجيم ] آل عمران 3/36. كما ذكر ذلك في الحديث، وإن إبليس جاء ليطعن فوقعت طعنته في الحجاب. .
Artinya, “Ketika manusia dilahirkan dari perut (rahim) ibunya, ia menangis keras. Hal itu disebabkan ia ditempeleng oleh setan terkutuk yang tak seorangpun selamat darinya kecuali Nabi Isa putra Maryam dan sang ibu alaihimas salam. Hal itu disebabkan Allah melindungi mereka berdua karena ibu dari Siti Maryam, istri Imran, sebelumnya pernah berdoa demikian.’Dan sesungguhnya aku mohon perlindungan kepada-Mu, untuk dia dan keturunannya, dari gangguan setan yang terkutuk.’ (Q.S. 3:36).
Juga disebutkan dalam hadits, ‘Ketika Iblis datang untuk menusuknya, maka tusukan itu mengenai tabir.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari kutipan di atas dapat diuraikan hal-hal sebagai berikut:
Pertama, setiap bayi, baik laki-laki maupun perempuan, terlahir dalam keadaaan menangis disebabkan oleh ulah setan terkutuk yang sengaja menempeleng mereka. Penjelasan ini merujuk pada hadits Rasulullah shallahu alaihi wasallam sebagai berikut:
ما من مولود يولد إلا نخسه الشيطان فيستهل صارخاً من نخسة الشيطان إلا ابن مريم وأمه
Artinya,“Tidak ada seorang bayi yang terlahir tanpa mendapatkan tusukan dari setan sehingga bayi itu menangis keras karenanya kecuali putra Maryam dan ibunya. (HR. Muslim)
Tidak hanya setan, Iblis juga terlibat dalam hal ini. Artinya sejak manusia dilahirkan ke dunia Iblis dan setan telah mulai menggoda untuk merusak fitrah mereka.
Kedua, Nabi Isa dan ibunya Siti Maryam alaihima salam adalah satu-satunya yang selamat dari tempelengan setan karena Allah melindungi keduanya disebabkan sebelumnya ibu dari Siti Maryam yang tak lain adalah istri Imran, pernah secara khusus berdoa kepada Allah agar keduanya dilindungi dari gangguan setan. Doa itu sebagaimana tertulis di dalam Al-Qurán sebagai berikut:
وَإِنِّي أُعِيْذُها بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
Artinya,“Dan sesungguhnya aku mohon kepada-Mu perlindungan untuk dia (Maryam) dan keturunannya (Isa) dari gangguan setan terkutuk.” (Q.S. 3:36)
Ketiga, kisah keterlibatan Iblis dalam hal ini sebagaimana dikisahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslimm berbunyi, “Ketika Iblis datang untuk menikamnya, maka tikaman itu mengenai tabir.”
Tujuan Iblis dan setan dalam aksinya ini adalah untuk mempengaruhi manusia agar menyimpang dari fitrahnya, yakni beriman tauhid dengan bersaksi bahwa Allah adalah Tuhan satu-satunya yang wajib disembah. Kesaksian ini terjadi di alam azali ketika Allah menanyai mereka satu per satu tentang siapa Dia?
أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا
Artinya: “Bukankah Aku (Allah) ini Tuhan kamu? Mereka menjawab: “Ya, kami menjadi saksi.” (Q.S. 7:172)
Sunnah Mengumandangkan Adzan dan Iqamat di Telinga Bayi Baru Lahir
Menurut Sayyid Abdullah Al-Haddad dalam kitabnya, upaya penyelamatan terhadap bayi agar tetap beriman tauhid adalah dengan mengumandangkan adzan di telinga kanan dan iqamat di telinga kirinya. Dalam ajaran Islam, hal ini disebut sebagai sunnah hukumnya.
Dengan cara tersebut, bayi yang baru lahir akan terhindar dari godaan setan dan Iblis yang berusaha menggoda manusia sejak lahir. Penjelasan ini memberikan pemahaman yang lebih dalam bagi umat Muslim mengenai upaya perlindungan terhadap bayi yang baru lahir.
Kelahiran Nabi Isa dan ibunya, Siti Maryam alaihimas salam, merupakan sebuah fenomena yang luar biasa. Nabi Isa dan ibunya lahir ke dunia tanpa menangis karena Allah melindungi mereka dari tempelengan setan. Doa ibundanya, Siti Maryam yang masih perawan suci, dikabulkan oleh Allah subhanahu wataála.
Kelahiran Nabi Isa dari seorang ibu yang masih perawan suci ini menjadi ujian keimanan bagi umat manusia. Informasi ini memberikan wawasan dan pemahaman yang lebih luas mengenai bagaimana kelahiran Nabi Isa menjadi suatu hal yang luar biasa bagi umat Muslim. Wallahu A'lam bisshowab
Sumber: nu.or.id
Sumber foto: YouTube Penerus Para Nabi



Posting Komentar