Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Alasan Pengadilan Prancis Perintahkan Sebuah Patung Perawan Maria Dihilangkan

Pengadilan Prancis telah memerintahkan untuk menghilangkan satu patung Perawan Maria yang didirikan di persimpangan jalan di sebuah kota kecil. Foto/RTE

PARIS - Hanya karena alasan bahwa pajangan keagamaan melanggar pemisahan gereja dan negara, maka pengadilan Prancis memerintahkan sebuah kota kecil untuk menghilangkan sebuah patung Perawan Maria.

Patung perawan tersebut berada di persimpangan jalan di La Flotte, sebuah kota dengan 2.800 penduduk di pulau liburan populer Ile-de-Re, di lepas pantai Atlantik Prancis.

Awal mulanya patung tersebut didirikan oleh keluarga setempat sebagai rasa terima kasih atas kembalinya ayah dan anak dari konflik dalam kondisi hidup pasca perang dunia II.

Situs itu awalnya adalah taman, namun keluarga yang memilikinya kemudian menyumbangkan situs tersebut ke otoritas kota dengan patung Perawan Maria didirikan di persimpangan jalan pada tahun 1983.

Tetapi sementara pengadilan menerima bahwa pihak berwenang tidak bermaksud untuk mengungkapkan preferensi agama apa pun, pengadilan juga mengatakan bahwa "Perawan Maria adalah tokoh penting dalam agama Kristen", yang memberinya "karakter religius yang inheren".

Menurut doktrin Katolik pada Kitab Perjanjian Baru, Allah memilih Maria untuk melahirkan Yesus sementara dia tetap perawan.

Agama Katolik, dan beberapa agama lainnya, khususnya agama Islam sangat memuliakan Maria atau Maryam (dalam Islam) sebagai tokoh sentral dalam iman mereka, dan dia telah menjadi subjek karya seni yang tak terhitung jumlahnya selama berabad-abad.

Otoritas kota La Flotte, seperti dikutip AFP, Sabtu (14/1/2023), hanya diberi waktu enam bulan untuk memindahkan patung perawan Maria itu.

Posting Komentar untuk "Alasan Pengadilan Prancis Perintahkan Sebuah Patung Perawan Maria Dihilangkan"

close