Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Menjaga Kesehatan Mental ala Syekh Ibnu Athaillah As-Sakandari

Syekh Ibnu Athaillah As-Sakandari pernah menyampaikan tips jitu untuk menjaga kesehatan mental. Dalam karya fenomenalnya, yaitu Matan Al-Hikam, beliau mengungkapkan resep jitu dalam mengatasi masalah gangguan mental. Pada intinya, Syekh Ibnu Athaillah As-Sakandari mengajak kita untuk melepaskan beban pikiran yang mendera.


Syekh Ibnu Athaillah As-Sakandari menganggap kecemasan, ilusi, over thinking, atau juga delusi, dan semua beban pikiran menambah letih pikiran dan menurunkan kesehatan mental. Karena itu, beliau menganjurkan kita untuk menurunkan sejenak beban pikiran dan kecemasan itu dari diri kita.
أرِحْ نَفْسَكَ مِنَ التَّدْبِيرِ فما قامَ بهِ غيرُكَ عنْكَ لا تَقُم بهِ لنفسِكَ
Artinya, “Istirahatkan dirimu dari berpikir keras planning/perencanaan, karena apa yang dilakukan oleh selainmu jangan lagi kau pikirkan,” (Ibnu Athaillah As-Sakandari, Al-Hikam).
 
Istilah Tadbir (planning atau perencanaan) yang disebutkan Matan Al-Hikam secara bahasa bisa berarti memikirkan sesuatu yang akhirnya mencari kemaslahatan, sebagaimana dikatakan Syekh Zarruq ra, “Berasumsi atau berspekulasi secara pasti tanpa kepasrahan (kepada Allah) atas segala suatu yang dikhawatirkan atau sesuatu yang diharapkan di masa depan.” (Syekh Ibnu Ajibah, Iqazhul Himam fi Syarhil Hikam).

 
Menurut salah seorang ulama yang mensyarahkan Matan Al-Hikam, yaitu Syekh As-Syarqawi, ia mengungkapkan bahwa Syekh Ibnu Athaillah As-Sakandari mengajak terutama para pemula untuk tidak memikirkan nasib duniawinya sesuai obsesi dan syahwatnya sebab hal itu cukup melelahkan.

Para pemula ini kemudian berpikir keras yang pada akhirnya mencemaskan berlebihan atas hasil ke depannya sesuai dengan syahwatnya. Bahkan tidak jarang mereka menginginkan semua obsesi, harapan, bayangannya segera terjadi. Padahal sering kali apa yang dibayangkan dan dipikirkannya di kemudian hari tidak terjadi sesuai harapan sehingga pikiran dan bayangannya menjadi sia-sia.
 
Adapun perencanaan tipis-tipis yang terukur (tadbir) yang membantu pencapaian terkait kehidupan yang dibarengi dengan kepasrahan kepada Allah, maka hal itu tidak masalah. Ini yang dimaksud dengan sebuah hadits yang menyebutkan, “Perencanaan yang terukur merupakan setengah dari penghidupan.”

Adapun kecemasan berlebihan dan obsesif yang tidak dapat dikendalikan jelas merusak, meracuni, dan membebani pikiran serta mengganggu kesehatan mental. Semua kecemasan, angan-angan, dan pikiran jahat ini harus disingkirkan.


Semua realitas dan pikiran itu harus didudukkan dan dimaknai secara proporsional dan wajar sehingga kita dapat menempatkan diri kita di tengah realitas secara wajar tanpa putus asa dan kalap. Wallahu a’lam.

Sumber: dalam nu.or.id

Posting Komentar untuk "Tips Menjaga Kesehatan Mental ala Syekh Ibnu Athaillah As-Sakandari"

close