Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Anjuran Khusus untuk Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Menurut Buya Yahya

Berdasarkan keterangan dari al-Maqrizy dalam kitabnya yang berjudul al Khathat, perayaan Maulid dimulai ketika zaman Daulah Fatimiyah syiah di Mesir.

Mereka membuat banyak acara perayaan Maulid, seperti Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Maulid 'Ali bin Abi Thalib, maulid Fatimah binti 'Ali, hingga maulid Hasan bin 'Ali dan Husain bin 'Ali. Bani Fatimiyah ini berkuasa sekitar abad 4 H.

Hal inilah yang menyebabkan kalangan Ulama seperti Tajuddin al Fakihani dan as Sakhawi, murid Imam Nawawi, berfatwa bahwa perayaan Maulid adalah bid'ah tercela.

Pengertian Maulid Nabi Muhammad SAW 

Maulid Nabi Muhammad yang kadang-kadang disebut dengan Maulid Nabi atau Maulud saja (Arab: مولد النبي‎, Mawlid an-Nabī), adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah.

Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. 

Umat Islam akan menyambut hari kelahiran atau Maulid Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awal. 

Maulid Nabi sendiri dimaknai dari kata "Mawlid" yang artinya "melahirkan", artinya sebagai perayaan hari lahirnya Rasulullah SAW yang tentunya sangat bersejarah bagi seluruh umat muslim.

Adanya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW telah memberi pesan kepada umat Islam, tentang pentingnya meneladani Rasulullah SAW, dalam sikap dan perilaku hidup sehari hari.

Adakah larangan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW?

Di kalangan masyarakat sering muncul pertanyaan, adakah anjuran khusus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW?

Buya Yahya Soal Anjuran Khusus untuk Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW
Berdasarkan ceramah Buya Yahya, memperingati Maulid Nabi adalah bagian dari fitrah dan cintanya umat Islam kepada Baginda Rasulullah SAW.

“Kalau anjurannya setiap saat. Kita harus membanggakan Nabi setiap saat,” kata Buya Yahya, dikutip dalam ceramahnya di Youtube Al-Bahjah TV.

Buya Yahya juga menambahkan, jika setiap saat kita dianjurkan untuk membanggakan kehadiran Nabi Muhammad SAW, maka pasti kita akan mempunyai satu semangat lebih di bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

“Secara otomatis gak pakai perintah, gak pakai omongan, di saat bulan kelahiran (Nabi) tentu ada satu semangat lebih. Gak bisa dibohongi itu,” jelas Buya.

Buya juga menegaskan, kalau perintah membanggakan Nabi bukan hanya di bulan Maulid saja tetapi juga setiap saat, sebagai ungkapan rasa syukur umat atas hadirnya Baginda Nabi Muhammad SAW.

“Inilah makna mensyukuri karunia Allah SWT,” ucap Buya.

“Boleh engga kita bergembira atas (kehadiran) Nabi? Boleh dong, siapa yang melarang,” kata Buya.

Bergembira atas kehadiran Nabi Muhammad SAW bisa dilakukan dengan cara yang diridohi oleh Rasulullah SAW.

“Contohnya apa? Bisa macam-macam, membuat syukuran makan bersama dan sebagainya. Kemudian membuat ceramah dan sebagainya,” jelas Buya.

“Itu kapan dilakukan? Setiap saat dong. Kalau itu setiap saat boleh, ya tentu saja di bulan Maulid juga boleh,”

“Yang aneh apa? Kalau di hari yang lain boleh, lalu di bulan Maulid menjadi tidak boleh. Ya ini menjadi tidak masuk akal,” tutup Buya.

Membaca Shalawat Nabi

Menyambut momen maulid yang istimewa ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak membaca selawat atau sholawat Nabi.

Sholawat adalah ungkapan doa dan pujian untuk Nabi Muhammad SAW yang merupakan nabi terakhir. Banyak keutamaan membaca selawat Nabi.

Macam Bacaan lafadz sholawat Nabi 

Ulama tafsir, Ibnu Katsir mendefinisikan sholawat adalah pemberian rahmat dan kemuliaan.

Ada beberapa jenis sholawat yang diriwayatkan oleh para ulama. Kita pun bisa mengamalkannya di rumah.

Berikut adalah bacaan sholawat yang umum dibaca saat menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ

 “Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.”

Artinya: "Ya Allah, berikanlah rahmat-Mu kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad."

Selain itu, ada juga bacaan sholawat yang lain, di antaranya:

1. Sholawat Ibrahimiyah

Sholawat ini adalah yang dibacakan saat sholat yaitu ketika tasyahud akhir.

للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

“Allohumma solli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa sollaita ‘alaa aali ibroohim, wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohim, fil ‘aalamiina innaka hamiidummajiid”.

Artinya:

Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan untuk Nabi Muhammad. Dan juga limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat dan keselamatan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim."

"Limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Di seluruh alam semesta, sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Maha Agung.”

2. Sholawat Nariyah

Bacaan sholawat berikutnya adalah nariyah.

Disebut sholawat nariyah karena dirumuskan oleh salah seorang syekh bernama Syekh Nariyah.

اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ تُنْحَلُ بِهَ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِيْمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ عَدَدَ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

“Allahumma shollì sholaatan kaamìlatan Wa sallìm salaaman taamman ‘ala sayyìdìnaa Muhammadìn Alladzì tanhallu bìhìl ‘uqadu, wa tanfarìju bìhìl kurabu.”

“Wa tuqdhaa bìhìl hawaa’ìju Wa tunaalu bìhìr raghaa’ìbu wa husnul khawaatìmì wa yustasqal ghomaamu bì wajhìhìl karììmì, wa ‘alaa aalìhì, wa shahbìhì ‘adada kullì ma’luumìn laka.”

Artinya:

Ya Allah, berikanlah sholawat yang sempurna dan salam yang sempurna kepada junjunganku Baginda Nabi Muhammad yang dengannya terlepas dari ikatan (kesusahan) dan dibebaskan dari kesulitan.”

Dan dengannya juga ditunaikan hajat dan diperoleh segala keinginan dan kematian yang baik, serta memberi siraman (kebahagiaan) kepada orang yang sedih dengan wajahnya yang mulia, juga kepada keluarganya, para shahabatnya, dengan seluruh ilmu yang Engkau miliki.”

3. Sholawat Munjiyat

Selanjutnya adalah bacaan sholawat munjiyat:

اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْاَهْوَالِ وَالْاٰفَاتِ وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ اَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَا اَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ

“Allahumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin sholaatan tunjiinaa bihaa min jamii’il-ahwaali wal-aafaati wa taqdhii lanaa bihaa jamii’al-haajaati wa tuthahhirunaa bihaa min jamii’is-sayyi’aati wa tarfa’unaa bihaa ‘indaka a’lad-darajaati wa tuballighunaa bihaa aqshal-ghaayaati min jamii’il-khairaati fil-hayaati wa ba’dal-mamaati”

Artinya:

Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW yang melaluinya Engkau akan menyelamatkan kami dari semua keadaan yang menakutkan dan membahayakan, dengan rahmat itu Engkau akan mendatangkan semua hajat kami dan membersihkan semua keburukan kami, mengangkat kami pada derajat tertinggi, menyampaikan kami pada puncak tujuan, dari semua kebaikan di waktu hidup dan sesudah mati.“

4. Sholawat Nuril Anwar

Macam sholawat berikutnya adalah sholawat Nuril Anwar.

Bacaan dari sholawat Nuril Anwar:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نُورِ الأَنْوَارِ. وَسِرِّ الأَسِرَارِ. وَتِرْيَاقِ الأَغْيَارِ. وَمِفْتَاحِ بَابِ الْنَسَارِ. سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُخْتَارِ. وَآلِهِ الأَطْهَارِ. وَأَصْحَابِهِ الأَخْيَارِ. عَدَد نِعَمِ الله وَأِفْضَالِهِ.

Allahumma Shalli ‘Alaa Nuuril Anwaari, Wasirril Asraari, Watiryaaqil Aghyaari, Wamiftaahi Baabil Yasaari, Sayyidinaa wa Maulaana Muhammadinil Muhtaari wa Aalihil Ath-haari wa Ash-haabihil Akhyaari, ‘Adada Ni’amillaahi wa Ifdhaalih.

Artinya:

Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada cahaya dari segala cahaya, belakang layar dari segenap rahasia, penawar sedih dan kebingungan, pembuka pintu kemudahan, yakni junjungan kami, Nabi Muhammad saw. yang terpilih, keluarganya yang suci, dan para sahabatnya yang mulia sebanyak hitungan nikmat Yang Mahakuasa dan karunia-Nya” 

Posting Komentar untuk "Anjuran Khusus untuk Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Menurut Buya Yahya"

close