Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Percaya Pada Dukun Pawang Hujan Berdasarkan Logika dan Agama

Salah satu aksi pawang hujan pada gelaran MotoGP Mandalika 2022
Anda mau percaya atau tidak soal klenik, dukun, itu hak Anda. Silahkan. Namun adalah hak orang lain juga untuk tidak mempercayainya. Dan ini sangat penting untuk mengedukasi banyak orang. 

Sudah zaman metaverse begini, Anda masih baca-baca mantra, lantas pesugihan, rezeki datang, uang berlipat ganda, dan hal-hal yang tidak masuk akal lainnya? Kok bisa Anda menganggap manusia bisa sakti begitu? 

Logika sederhana percaya dukun

Jika dukun tersebut memang benar-benar sakti, ngapain lagi dia buka praktek, jualan jasa dukun? Dia bisa mindahin hujan kan? Maka dia bisa geser-geser rezeki dengan membawanya ke depan pintu rumahnya sendiri. Kenapa dia masih repot-repot buka jasa praktek, terima amplop. Dia bisa bikin orang lain kaya, sukses, dapat jabatan, kan? Lah, kenapa dia tidak duluan saja yang dibikin kaya raya atau berkuasa? Ngapain sok mulia menolong orang lain.

Kalau dibilangin begini, selalu saja ada orang-orang yang percaya klenik beralasan. Oh kalau buat diri sendiri tidak bisa. Oh, itu ilmu hanya untuk menolong orang. Ambyar deh! Itu ilmu kok ajaib sekali. Justeru ilmu yang betulan itu, Anda praktek buat diri sendiri dulu, baru deh buat orang lain. Lah, buat kamu sendiri saja tidak bisa, gimana mau ngurus orang lain? 

Dukun-dukun ini memang simpel, mereka hanyalah profesi. Jualan. Anda percaya? Silahkan bayar. Tapi pikirkan dong, terlalu deh, kuliah sudah tinggi2, S1, dan seterusnya. Bahkan ada yang jauh-jauh ke Luar Negeri, kalau ngomong sok gaya bahas-bahas metaverse, mobil listrik, dan segala kecanggihan dunia. Eh, ujung-ujungnya masih percaya orang-orang yang menggeram, membaca mantra, jampi dan lain semisalnya.

Sangat menakjubkan jika Anda malah percaya ke orang yang pendidikannya dimanalah, karyanya apalah, pernah bikin skripsi, thesis, disertasi? Kok lucu, Anda yang katanya lebih berpendidikan malah percaya sama dukun yang entah apa pendidikannya.

Jadi setakut apapun Anda, sehebat apapun sugesti perdukunan ini kepada Anda, ayolah, Anda percaya ada orang sakti? Duh, orang-orang sakti ini kok nasibnya nggak jadi sultan ya?

Tanpa perlu membawa agama. Cukup dengan logika saja sudah ketemu. Apakah tidak masuk ke akal Anda?

Bagaimana posisi pawang hujan atau dukun atau semisalnya dilihat dari kacamata agama?

Pengakuan jin yang membuat manusia terkecoh dan mempercayai ucapannya

Manusia seringkali terkecoh dan terjerumus dalam keputusasaan, baik dalam hal ekonomi, sosial dan lainnya. Sehingga mereka kemudian mengambil keputusan yang tidak logis, dengan meminta bantuan kepada makhluk lainnya yakni jin. 

Padahal manusia yang mempercayai sepenuhnya kepada jin, mereka telah masuk ke dalam dosa besar yaitu dosa syirik. Kemudian ketika manusia bersekutu dengan jin, maka ia hanya akan mendapati dirinya semakin masuk dalam kesesatan yang sangat jauh.

Berikut ini beberapa pengakuan jin yang membuat manusia terkecoh dan mempercayai ucapannya

Allah ﷻ telah menjelaskan di dalam kitabNya bahwa sejak dulu sebagian manusia seringkali memohon kepada jin dengan tujuan mempermudah segala hajatnya.

“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki diantara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki diantara jin, maka jin-jin itu menambah dosa bagi mereka dan kesalahan.”
(QS Al-Jin 6)

Mereka para jin pun membuat beberapa pengakuan yang bertujuan supaya mendapatkan kepercayaan dari manusia dan justru membuat manusia semakin terkecoh.

Terdapat beberapa pengakuan segolongan jin yang wajib diwaspadai oleh manusia, khususnya umat Islam.
  1. Jin akan mengaku bahwa ia tidak mengganggu manusia.
  2. Jin mengaku bahwa masuknya ia ke dalam tubuh seseorang adalah dalam rangka untuk membuat orang tersebut beribadah.
  3. Jin mengaku memasuki tubuh seseorang agar ia rajin bekerja dan mencari rezeki.
  4. Jin juga akan melindungi orang tersebut dari berbagai gangguan jin lain atau setan.
  5. Jin mengaku bisa melihat setan dari bangsa jin yang akan menggoda dan menyakiti manusia.
  6. Jin mengaku akan melindungi orang yang dirasukinya dari kedzaliman orang lain.
  7. Jin mengaku cinta kepada tubuh yang dirasukinya lantaran orang tersebut rajin ibadah.
  8. Jin mengaku tujuannya masuk ke raga manusia untuk melindunginya dari musibah.
  9. Jin mengaku hendak menjaga kesehatan tubuh orang yang dirasukinya dari berbagai penyakit fisik maupun ghoib.
  10. Jin yang masuk dalam tubuh manusia mengaku bukanlah dari golongan setan.
Terkait benar tidaknya pengakuan dari bangsa jin tersebut, kita patahkan dengan beberapa dalil dan logika yang syar’i.
  1. Tidak ada manusia yang bisa membuktikan pengakuan jin tersebut. 
  2. Pengakuannya ternyata hanya bohong belaka karena setelah ruqyah dilanjutkan dengan membacakan ayat Al Qur’an, jin pun berteriak kesakitan. Beberapa ayat yang dibaca adalah ayat ancaman Allah ﷻ terhadap manusia dan jin yang membangkang aturan-Nya.
  3. Karena hanya Allah ﷻ saja tempat meminta tolong, bukan justru kepada bangsa jin.
Hanya kepada Engkaulah kami beribadah dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.”
(QS Al Faatihah 5)

وَاللّهُ أعلَم بِالصَّوَاب