Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Mengganti atau Mengqadha Sholat Fardhu yang Telah Lama Ditinggalkan

Syekh Mahmud Syalabi, salah satu Anggota Fatwa Darul Ifta pernah menyampaikan keterangan mengenai cara mudah mengganti jumlah sholat fardhu yang telah lama ditinggalkan. Kini setelah bertaubat kepada Allah SWT, dia hendak membayar dan menggantinya.

Beliau menjelaskan bahwa, jika orang itu sudah lupa dengan jumlah salat yang ditinggalkannya atau diketahui jumlah sholat yang ditinggalkannya, maka sholat-sholat sebelumnya yang terlewat tersebut sebaiky dihitung dengan perkiraan. 

Jadi mulailah mengganti sholat-sholat ini dan berdoa kepada Allah SWT agar mengampuni dosa-dosanya.

Syekh Syalabi juga menyampaikan, bahwa sholat adalah tali yang menghubungkan antara hamba dengan sang Penciptanya. Hubungan erat ini berlangsung setiap saat, setiap hari dan terus berulang. Dengan sholat, seorang hamba akan selalu terhubung dengan Penciptanya.

Allah SWT telah berfirman, 
"Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah sholat untuk mengingat Aku." (QS Taha ayat 14)

Tips untuk Mengingat Jumlah Sholat yang Wajib diqadha

Syekh Dr Amr Al-Wardani, salah satu anggota Fatwa Darul Ifta Mesir pernah menyarankan kepada orang yang ingin mengganti atau mengqadha sholat wajib, untuk menghitung lagi sholat fardhu yang telah ditinggalkannya dengan cara menulis jumlah hari yang telah dilalui di buku catatan kecil. hal ini dilakukan supaya dia selalu ingat jumlah sholat wajib yang belum dikerjakannya yang harus ia ganti.

Syekh Dr Ali Jum'ah, seorang ulama mantan Mufti Mesir pernah menjelaskan bahwa malas mengerjakan sholat merupakan ujian keimanan seorang Muslim. Maka seorang Muslim harus melawan kemalasan tersebut sambil mencari perlindungan kepada Allah SWT dari setan yang terkutuk. Sehingga dia dapat konsisten mengerjakan sholat fardhu.

Syekh Ali Jum'ah juga mengingatkan, bahwa sholat bagi seorang muslim merupakan hal pertama dan utama yang akan dimintai pertanggungjawaban kelak pada Hari Kiamat. Dan tidak ada keraguan lagi bahwa orang yang melalaikan sholatnya, maka dia dalam bahaya besar. Bahkan termasuk orang yang mendustakan agama. wal'iadzubilllah.

Rasulullah SAW pernah bersabda, 
"Tidak ada (batas) antara seorang hamba dengan syirik kecuali meninggalkan sholat. Jika dia telah meninggalkan sholat, maka telah melakukan syirik." (HR Ibnu Majah)