Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Select a Language ☝️

Viral Keluarga Habib Diusir 40 Warga Sebelum Erupsi Semeru, Pengusirnya Hilang Semua

Keluarga Habib Muhdor
Salah satu anggota Aliansi Ulama Madura, dengan inisial IM telah menjadi sorotan setelah memberikan pernyataan mengejutkan terkait kejadian sebelum erupsi Gunung Semeru.

Pernyataan itu telah disampaikannya ketika Aliansi Ulama Madura sedang melakukan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi III DPR.

Dalam pernyataannya tersebut, dia mengungkapkan adanya tindakan pengusiran warga terhadap seorang habib beserta keluarganya di salah satu desa di Lumajang, Jawa Timur.

"Ada kejadian tiga hari sebelumnya, keluarga Habib Muhdor bin Ali Al-Muhdor, beliau salah satu orang yang selamat dari letusan gunung Semeru, Lumajang, yang berdomisili di Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang," tuturnya.

Dia pun juga menyatakan bahwa Habib Muhdor merupakan seorang ulama dan guru ngaji yang tinggal di lereng gunung Semeru.

Dikatakan bahwa beliau Habib Muhdor telah menempati rumah wakaf pemberian salah seorang warga setempat yang saat ini sudah meninggal dunia. Namun, salah satu anak pemilik rumah mengusir sang habib beserta keluarganya.

Dikatakan juga bahwa habib Muhdor hanya bisa pasrah, karena memang rumah yang ditempati tersebut adalah rumah wakaf pemberian warga desa.

Dikatakan bahwa sekarang (setelah terjadinya erupsi gunung Semeru) telah banyak orang yang menawari habib tempat tinggal untuk tetap berdakwah dan meneruskan sebagai guru ngaji.

Dia pun mengatakan bahwa para warga yang telah mengusir Habib Muhdor sekeluarga saat ini dinyatakan hilang pasca erupsi Semeru, sedangkan habib beserta keluarganya tersebut selamat.

Menanggapi berita viral dan beredarnya video tersebut, seorang warga bersama Habib Muhdor bin Ali Al-Muhdor pun telah memberikan klarifikasi.

"Terkait pemberitaan masalah Habib diusir atau diusir sama warga, itu tidak ada benarnya. Dan juga terkait masalah warga 40 orang yang mengusir Habib itu, itu hoaks, tidak benar," tuturnya.***