Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Select a Language ☝️

Masih Meributkan Soal Ucapan Selamat Natal? Kamulah yang Tak Punya Toleransi

Seriusan, kamu sampai hari ini masiiih saja meributkan soal ucapan selamat natal? Kamu benar-benar cetek (dangkal). Kamulah yang tidak punya toleransi beragama.

Siapapun yang meyakini bahwa mengucapkan selamat hari raya besar ke agama lain itu melanggar keyakinannya, maka biarkan saja demikian. Itu urusan masing-masing. Namanya keyakinan. Itu hak dia jika tidak mau. Bagi dia, meskipun cuma ucapan, tetap dilarang keyakinannya. Lantas, apakah dia bisa divonis orang yang ekstrem? Teroris? Kebencian?

Ambyar.

Saya kenal banyak sekali orang2 yg bertetangga dengan baik, saling kirim oleh2, hadiah, REAL di dunia nyata, meskipun mereka tdk pernah mengucapkan selamat hari raya besar agama lain. Toleransi dia mewujud nyata, lebih dari sekadar ucapan. Lah, kamu, berisiiik banget bahas soal ucapan itu di dunia maya, tapi di dunia nyata, kamu malah tidak kenal tetangga sebelah, tidak tahu siapa pak/ibu RT/RW? 

Ketahuilah, hanya gara2 orang itu menolak bilang selamat, menolak datang ke rumah2 ibadah orang lain, BELUM tentu dia radikal, taliban. Namanya juga keyakinan, masa' kamu paksakan. Kamu itu yg maksaaa banget semua orang harus sesuai dengan pendapat kamu. Ini teh sederhanaaaa sekali, yang mau ngucapin silahkan, yg nggak juga silahkan. Lah, yang ngerayain sj tidak nunggu2 juga ucapan tsb. Lebih fokus dgn keluarga, kerabat saat perayaan.

Hari ini, terlalu banyak 'penipu', seolah paling toleran di medsos, group whatsapp, dll, dsbgnya, tapi ucapan dia, penuh kebencian, bahkan pada agamanya sendiri, kelompoknya sendiri. Seolah paling Pancasilais, tapi dia teh simpel sedang menari di atas buih politik saja. Ucapan dia, pendapat dia, simpel karena kelompok2 politik. Besok2, jika situasi berubah, kelompok politik berkuasa berubah, waah, beda lagi deh pendapatnya.

Pastikan kalian tidak tertipu dengan orang2 ini. Tingkatkan literasi kalian, agar besok lusa, kalian juga bisa mencegah orang2 ini menipu orang banyak.

Sumber: FB/Tere Liye