Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Select a Language ☝️

Etika Toilet Islami dan Aturan yang Harus Diikuti Kaum Muslim

Etika Toilet Islami: Etika toilet mengacu pada serangkaian aturan dan standar higienis yang ditetapkan untuk tujuan pergi ke toilet. Karena, dalam Islam, ada penekanan khusus pada kesucian dan kebersihan, etiket toilet memiliki arti khusus.

Padahal, kebersihan disamakan dengan menyempurnakan setengah dari iman seseorang.

Apa Tata Cara dan Aturan Toilet bagi Muslim?

Sehubungan dengan ayat-ayat Al-Qur'an, hanya ada sedikit informasi tentang topik yang dibahas. Adapun, umat Islam hanya dituntun untuk mandi sebelum shalat, ke toilet atau bersentuhan dengan lawan jenis. Oleh karena itu, sebagian besar informasi tentang etika toilet Islam secara langsung diperoleh dari hadits dan Sunnah Nabi Muhammad (SAW).

1. Kunjungi Toilet Hanya Saat Diperlukan

Muslim dipandu untuk mengakses area toilet ketika secara biologis diperlukan. Artinya, perjalanan ke toilet yang tidak perlu harus dihindari karena area tersebut umumnya tidak higienis dan berdosa karena kehadiran setan.

2. Jangan Membawa Apapun Dengan Nama Allah

Sebelum mengunjungi toilet, sangat penting untuk tidak membawa apapun dengan nama Allah. Yang meliputi, Al-Qur'an, buku-buku tentang interpretasinya, dan perhiasan dengan nama Allah.

3. Masuk ke Toilet dengan Kaki Kiri Dulu

Ke depan, umat Islam diminta memasuki area toilet dengan kaki kiri terlebih dahulu. Sebelum masuk, Anda harus membaca doa yaitu untuk masuk toilet juga.

بِسْمِ اللهِ اللّٰهُمَّ إنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْـخُبُثِ وَالْـخَبَائِثِ

Bismillâhi Allâhumma innî a’ûdzu bika minal khubutsi wal khabâitsi

Artinya, "Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari godaan iblis jantan dan betina".

4. Keluar dari Toilet dengan Kaki Kanan

Umat ​​Allah dibimbing untuk meninggalkan toilet dengan kaki kanan karena mereka meninggalkan tempat yang kotor, dan dengan itu – umat Islam juga disarankan untuk membaca doa untuk keluar dari toilet.

غُفْرَانَكَ الْـحَمْدُ لِلهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنِّـيْ الْأَذَى وَعَافَانِيْ

Guhfroonaka alhamdulillahi alladzi adzhaba ‘anni al-adza wa ‘aafaani
Artinya, "Dengan mengharap ampunanmu, segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakit dari tubuhku, dan menyehatkan aku".

5. Tetap Diam Saat di Toilet

Umat ​​Islam selanjutnya dibimbing untuk mempraktikkan keheningan saat mereka berada di area toilet. Artinya, mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara, membaca, menyanyikan lagu atau melakukan percakapan dengan orang lain.

6. Hindari Makan Saat di Toilet

Ke depan, umat Islam juga diminta secara tegas untuk menghindari makan saat berada di toilet. Karena area tersebut kotor dan bisa berbahaya bagi kesehatan juga.

7. Berlatih Istinja dan Shattaf Di Toilet

Istinja mengacu pada praktik membersihkan diri setelah mengunjungi toilet. Ini termasuk dalam yurisprudensi kebersihan Islam dan wajib diikuti oleh semua Muslim. Kewajibannya terletak pada kenyataan bahwa ia menjamin sanitasi dan kebersihan. Namun, umat Islam juga dapat melakukan perilaku Shattaf. Shattaf mengacu pada membersihkan diri melalui semprotan air.

8. Tutup Bagian Pribadi Setelah Dibersihkan

Untuk menjaga kesopanan, umat Islam dibimbing untuk menutup aurat mereka setelah membersihkan diri melalui Istinja atau shattaf. Faktor ini akan menjaga kesopanan dan kemurnian individu, dan mencegah mereka menjadi korban mata yang berdosa

9. Baca Doa Sebelum Masuk Toilet

Muslim dipandu untuk membaca doa berikut sebelum memasuki toilet: “Allahumma innee a’uudzu bika minal khubutsi wal khabaa-its.” Dengan cara ini, atribut-atribut toilet yang berdosa dihilangkan, dan seorang Muslim dapat mengunjunginya dengan tenang.

10. Baca Doa Setelah Keluar dari Toilet

Umat ​​Islam dituntun untuk membaca doa berikut setelah keluar dari toilet: “Alhamdu lillaahil-ladzii adzhaba ’annil adzaa wa ‘aafaani”. Melalui ini, seorang Muslim tidak akan membawa sifat-sifat dosa ke luar toilet bersamanya.

11. Hindari Menghadap Kiblat Dan Membelakanginya

Muslim dibimbing untuk tidak menghadap kiblat saat mereka buang air kecil untuk buang air besar. Selain itu, mereka juga dilarang untuk membelakangi kiblat selama melakukan ini. Dengan cara ini, kemurnian kiblat terjaga.

12. Gunakan Jari dan Air Untuk Membersihkan

Selain itu, umat Islam dibimbing untuk membersihkan aurat mereka dengan tangan. Namun, jika kotoran tetap ada, mereka dipandu untuk menggunakan air juga.

13. Bersihkan secara menyeluruh

Saat membersihkan, pria Muslim dipandu untuk mencuci dari belakang ke depan, sementara wanita dipandu untuk mencuci dari depan ke belakang. Dengan cara ini, tidak ada kotoran yang tersisa dan kebersihan akan terjamin.

14. Gunakan Kain atau Kertas Toilet untuk Membersihkan

Individu Muslim disuruh mengeringkan diri melalui kain setelah mengunjungi toilet. Namun mereka dapat menggunakan kertas toilet jika tidak ada kain juga. Namun demikian, jenis kertas lain tidak dianjurkan untuk digunakan.

15. Berlatih Istibra

Setelah mengunjungi toilet, pria dan wanita Muslim dipandu untuk mempraktikkan perilaku Istibra. Yang mengacu pada tidak meninggalkan tetesan urin di uretra. Hal ini dapat dilakukan dengan, berbaring di sisi kiri tubuh, batuk, atau hanya berjalan. Dengan cara ini, tubuh dapat merasa nyaman tentang tidak adanya kotoran dalam sistem mereka.

16. Hindari Buang Air Kecil Sambil Berdiri

Dalam Islam, pria Muslim dipandu untuk menghindari buang air kecil sambil berdiri, kecuali sangat penting untuk melakukannya. Gagasan menghindari berasal dari fakta bahwa percikan air seni dapat mendarat di tubuh, membuat badan menjadi tidak suci. Oleh karena itu, pakaian cadangan harus disimpan di samping jika ada kebutuhan mendesak untuk buang air kecil sambil berdiri.

17. Cuci Tangan Setelah dari Toilet

Individu dipandu untuk mencuci tangan setelah menggunakan toilet. Dengan cara ini, semua kotoran disingkirkan dari tangan, dan orang tersebut menjadi suci. Ini memiliki hubungan dengan kesehatan seseorang juga, karena kebersihan juga merupakan pengamat kesehatan seseorang.

18. Hindari Kencing di Air, Kuburan, Jalan, Atau Dinding Masjid

Masjid adalah tempat suci untuk beribadah, maka buang air kecil di tanah suci harus dihindari. Ke depan, sambil menghormati orang yang sudah meninggal, perilaku ini juga harus dihindari di kuburan. Jalan digunakan bagi orang untuk berjalan dan bepergian, dan segala bentuk kotoran dan mempengaruhi prosesnya. 

Akibatnya, buang air kecil di jalan harus dihindari. Terakhir, air digunakan untuk diminum oleh semua individu, dan minum air kotor dapat memiliki konsekuensi kesehatan yang negatif. Oleh karena itu, buang air kecil dalam bentuk apa pun harus dihindari, terutama di sungai.

19. Menggunakan Batu Dapat Diterima untuk Membersihkan Bagian Pribadi

Dalam hal kurangnya akses ke air, Islam telah mengizinkan individu untuk membersihkan bagian pribadi mereka dengan batu dan benda-benda terkait lainnya. Karena mereka membawa kemampuan membersihkan kotoran juga.

Sumber: www.theislamicquotes.com/