Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Islam Bosnia dan Kesetiaan Penganutnya di Tengah Kekristenan

Ini adalah abad ke-15. Setelah menaklukkan Istanbul Sultan Mehmed Fatih terus bergerak lebih jauh. Tercatat bahwa ketika ia mencapai kota Jajce, di bekas Kerajaan Bosnia, lebih dari tiga puluh ribu keluarga memeluk Islam sebagai agamanya. Banyak sejarawan yang membahas tentang alasan menerima Islam di Bosnia, ada pandangan objektif tentang itu, tetapi ada juga pandangan yang bias.

Setiap kerajaan yang memerintah di dunia memiliki sisi baik dan buruknya, begitu juga dengan Kekaisaran Ottoman. Namun perlu kita ketahui bahwa jika seseorang melakukan kekerasan atau sejenisnya, itu untuk 'kesenangan' sendiri, tidak pernah ideologis. Jadi tidak boleh mengatasnamakan agama.

Sama halnya dengan Islam di Ottoman Empire, mereka bisa memiliki pemimpin yang buruk, tetapi mereka tidak pernah memaksa siapa pun untuk memeluk agama mereka, dan itu banyak buktinya.

Alasan Orang Bosnia Memeluk Islam

Banyak pertanyaan dan pernyataan yang telah diungkapkan. Sebenarnya apa penyebab orang-orang yang saat itu disebut Kerajaan Bosnia memeluk Islam?

Kehadiran Islam di Bosnia sebenarnya tercatat berabad-abad sebelum Ottoman. Beberapa sumber mengatakan bahwa Islam di Bosnia muncul sekitar abad ke-8.

Abu Hamid el Garnati, ahli geografi Arab, mencatat bahwa ada Muslim yang dikenal sebagai Maghrib yang berperang di pihak Hongaria melawan Bizantium pada abad ke-12. 

Dalam perang yang sama hadir Bosnian Ban Boric (larangan adalah gelar abad pertengahan) yang merupakan sekutu Hongaria. Dia membawa sekelompok muslim, setelah disebut Kaleesies, mereka menetap di Bosnia Timur Laut, yang menjadi saksi toponim kota Kalesija saat ini.

Ada juga bukti yang lebih menarik bahwa orang Bosnia tidak memeluk Islam dengan paksa. Sebelum Islam muncul di wilayah ini, Kerajaan Bosnia bukan Kristen Ortodoks atau Katolik, mereka disebut bid'ah atau sesat oleh keduanya, Bizantium dan Roma. 

Agama mereka adalah Bosanska Crkva, artinya Gereja Bosnia dan sangat mirip dengan Islam. Mereka menentang penyembahan berhala dan ikon, melawan feodalisme, tetapi fakta yang paling menarik adalah bahwa mereka berdoa lima kali sehari. Mereka menjaga kebersihan badan dan tempat. 

Tentu saja, ketika Islam datang kepada mereka, mereka tidak memiliki masalah untuk memeluknya. Sangat menarik bahwa begitu banyak kerajaan memerintah Bosnia setelah Ottoman, namun tidak ada yang bisa menghapus Islam dari hati mereka.

Hari ini, dikelilingi oleh Kristen Ortodoks di satu sisi, dan Katolik di sisi lain, Muslim Bosnia masih ada di sana. Itulah bukti terbesar bahwa orang Bosnia tidak pernah memeluk agama karena kepentingan, tetapi karena hati dan cinta akan kebenaran. (Backtojannah)


Posting Komentar untuk "Islam Bosnia dan Kesetiaan Penganutnya di Tengah Kekristenan"