Mantan Pelacur Lebih Baik daripada Mantan Ustadzah

Pasca deklarasi penutupan lokalisasi Dolly pada Rabu (18/06/2014), Imam Besar Masjid Istiqlal pada waktu itu, Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub mengimbau agar mantan pekerja seks komersial (PSK) melakukan tobat nasuha. Caranya mengisi keseharian mereka dengan mengikuti pengajian dan kegiatan-kegiatan spiritual lain.

“Lebih baik jadi mantan pelacur daripada mantan ustadzah. Lebih baik jadi PSK yang bertobat daripada jadi ustazah, tapi kemudian jadi pelacur.” Demikian kata Ali pada Kamis (19/6/14) waktu itu.

Beliau juga menyatakan bahwa alasan ekonomi tidak dapat dijadikan alasan seseorang untuk menjadi PSK. “Kalau betul karena alasan ekonomi, seharusnya dengan ekonomi yang halal, dengan pekerjaan yang halal, hidupnya akan lebih tenang".

Mempekerjakan PSK adalah tindakan yang berlawanan dengan Hak Asasi Manusia (HAM). Orang yang mempekerjakan PSK dianggap telah melakukan kezaliman dengan mengeksploitasi wanita untuk mencari keuntungan pribadi. Setiap orang punya hak untuk memilih yang baik. Dengan mempekerjakan PSK berarti memberikan pilihan yang tidak baik.

Sebelum melakukan penutupan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah memberikan berbagai pelatihan agar para PSK dapat beralih profesi menjadi desainer, penjahit, dan pekerjaan sebagainya. Ali menyayangkan, masih ada PSK di Dolly yang menolak pekerjaan halal tersebut.

Sumber: Republika.co.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel