cfFp0twC8a3yW2yPPC8wDumW5SuwcdlZsJFakior
Bookmark

Tahapan Perkembangan Janin di Bulan Pertama Kehamilan (4 Minggu)

Apa yang terjadi pada janin Anda di bulan pertama kehamilan? Temukan jawabannya di artikel ini yang menjelaskan proses pembuahan, penempelan, dan perkembangan embrio menjadi janin. 

Kehamilan adalah salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan suami istri. Namun, tidak semua orang mengetahui apa yang terjadi pada janin di dalam kandungan, terutama di bulan pertama kehamilan. Bulan pertama kehamilan adalah bulan yang sangat penting karena di bulan ini janin mulai terbentuk dari hasil pembuahan sel telur oleh sel sperma.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jelas tentang tahapan perkembangan janin di bulan pertama kehamilan, berikut ini adalah ulasan lengkapnya:

Proses Pembuahan dan Penempelan di Rahim

Sebelum menjadi janin, ada proses pembuahan yang terjadi antara sel telur dan sel sperma. Proses pembuahan ini terjadi di saluran tuba falopi, tempat dimana sel telur dan sel sperma bertemu. Sel telur dan sel sperma mengandung gen yang akan diturunkan kepada janin.

Setelah terjadi pembuahan, sel telur yang telah dibuahi akan bergerak menuju rahim dan melakukan pembelahan menjadi blatosis. Blatosis adalah kumpulan sel yang akan berkembang menjadi embrio atau calon janin. Blatosis akan menempel pada dinding rahim dan membentuk plasenta atau ari-ari.

Penempelan blatosis pada dinding rahim biasanya terjadi sekitar 6-12 hari setelah pembuahan. Penempelan ini bisa menyebabkan pendarahan ringan atau flek darah berwarna cokelat atau merah muda. Banyak wanita yang mengira pendarahan atau flek ini sebagai tanda menstruasi, padahal sebenarnya ini adalah tanda kehamilan.

Penempelan blatosis juga akan memicu produksi hormon estrogen dan progesteron yang berperan dalam menjaga kehamilan. Hormon-hormon ini juga akan menyebabkan perubahan metabolisme dan struktur tubuh ibu hamil, seperti mual, muntah, lelah, ngidam, payudara membesar dan sensitif, dan lain-lain.

Perkembangan Embrio Menjadi Janin

Setelah menempel pada dinding rahim, blatosis akan berkembang menjadi embrio. Embrio adalah tahap awal dari janin yang nantinya akan memiliki bentuk tubuh manusia. Embrio akan membentuk tiga lapisan sel yang akan menjadi organ-organ tubuh janin.

Di bulan pertama kehamilan, embrio baru sebesar biji kacang hijau saja. Jika dilakukan USG, embrio hanya tampak sebagai setitik hitam di tengah kantung kehamilan. Namun, meski masih sangat kecil, embrio sudah mulai membentuk organ-organ penting seperti tulang belakang, tulang ekor, tulang iga, dan sistem syaraf pusat.

Embrio juga sudah memiliki tali pusar yang menghubungkannya dengan plasenta. Tali pusar berfungsi sebagai saluran nutrisi dan oksigen dari ibu hamil ke embrio. Nutrisi dan oksigen sangat dibutuhkan oleh embrio untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.

Embrio yang tumbuh di dalam rahim akan mempengaruhi kondisi ibu hamil. Ibu hamil biasanya akan mengalami gejala morning sickness seperti mual, muntah, pusing, lemas, dan lain-lain. Gejala ini disebabkan oleh perubahan hormon dan penyesuaian tubuh ibu hamil dengan keberadaan embrio.

Demikianlah artikel singkat tentang tahapan perkembangan janin di bulan pertama kehamilan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang sedang hamil atau ingin hamil. Jika Anda memiliki pertanyaan atau saran, silakan tinggalkan komentar di bawah ini. Terima kasih telah membaca artikel ini 😊

Foto: Adobe Stock

0

Posting Komentar

close