Kisah Pohon Sahabi, Satu-satunya Sahabat Nabi yang Masih Hidup

Pohon sahabi adalah pohon tempat berteduh Nabi Muhammad SAW sewaktu masih kecil, ketika itu beliau sedang menjaga barang-barang dagangan kabilahnya.

Pohon sahabi ini berada di tengah-tengah padang pasir gersang di Yordania. Meski hidup di tempat yang panas, pohon ini tumbuh subur dan mampu bertahan selama ribuan tahun lamanya. Karena itu, pohon sahabi menjadi satu-satunya sahabat Nabi yang masih hidup.

Pohon ini sering dikunjungi oleh Muslim di seluruh dunia. Kadang Pohon ini suka menggugurkan daunnya, namun kemudian tumbuh subur kembali.

Pada waktu kecil, Nabi Muhammad pernah diajak Pamannya Abu Thalib menuju Basra, Syam untuk berdagang. Di tengah perjalanan, saat beliau masih kecil bertemu dengan seorang pendeta Nasrani bernama Buhaira. Pendeta itulah yg mengetahui tanda kenabian Muhammad berdasarkan Alkitab.

Saat bertemu dengan rombongan Abu Thalib, Buhaira melihat seorang anak yang memiliki ciri-ciri kenabian. Kemudian Buhaira menjamu rombongan untuk makan siang. Namun Muhammad tidak datang ke jamuan tersebut karena ia ditugaskan untuk menjaga unta dan barang dagangan sambil berteduh di bawah pohon Sahabi. Melihat Muhammad tidak hadir, Buhaira segera mencari anak kecil itu. Buhaira melihat ciri-ciri lain dari kenabian Muhammad ketika dahan-dahan pohon itu melindungi Muhammad dari panasnya matahari. Dia semakin yakin kalau anak kecil ini kelak akan menjadi Nabi terakhir.

Pohon Sahabi masih hidup sampai sekarang. Setelah ribuan tahun berlalu. Pohon tersebut ditemukan masih hidup oleh seorang pangeran dari Yordania. Ajaibnya, Pohon itu bisa bertahan hidup selama ribuan tahun di tempat yang sangat panas dan tidak ada tumbuhan lain di sekitarnya. Meskipun demikian, pohon ini bisa tumbuh subur dan bertahan selama ribuan tahun lamanya.

Belum ada Komentar untuk "Kisah Pohon Sahabi, Satu-satunya Sahabat Nabi yang Masih Hidup"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel