Tahun Masehi Adalah Tahun Milik Umat Islam Bukan Umat Nasrani

Banyak orang menganggap tahun Masehi itu tahun Kristen. Padahal perhitungan tahun matahari tidak ada dituliskan di kitab INJIL. Tapi justru ada di Al Quran. Kita menyebutkannya tahun SYAMSIYAH. Lihat surat Al Isra’ ayat 12:

(وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ آيَتَيْنِ ۖ فَمَحَوْنَا آيَةَ اللَّيْلِ وَجَعَلْنَا آيَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً لِتَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ فَصَّلْنَاهُ تَفْصِيلًا) 
“Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas”. (Quran Surat Al-Isra: 12)

Tahun baru Masehi disebut tahun baru Syamsiyah ada ditulis Allah di Al Quran. Dan tiang agama kita sekaligus rukun islam, yakni sholat justru diperhitungkan pakai waktu matahari. Sungguh sebuah kesalahan pandang akibat pemikiran yang kurang luas dan menjadi kerugian besar bagi umat Islam jika menyerahkan tahun Masehi alias Syamsiyah pada Kristen (Nasrani). Padahal di Injil tidak dituliskan tahun itu.

Maka mengisi ibadah di awal tahun Syamsiah diperbolehkan bahkan dianjurkan untuk menyaingi majelis-majelis lalai di pergantian tahun. 

(Sumber: KH DR Tengku Zulkarnain, Wasekjen MUI Pusat/ muslimedianews)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel