BRISyariah, Bank Syariah Pertama yang Luncurkan Program Laku Pandai

BRI Syariah meluncurkan layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif (Laku Pandai) guna melayani kelompok masyarakat yang selama ini belum mengakses layanan perbankan.

Seiring dengan peluncuran itu, BRI Syariah merupakan bank syariah pertama yang bergabung dalam Laku Pandai yang digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BRI Syariah memberi nama program Laku Pandai ini BRISSMART

Direktur Utama BRI Syariah Mochamad Hadi Santoso mengatakan melalui layanan ini diharapkan masyarakat akan semakin mudah memperoleh layanan perbankan syariah.

"Masyarakat akan bisa dengan mudah mendapatkan layanan perbankan syariah melalui program Laku Pandai ini. Kami berharap hingga semester I-2016 bisa menggandeng 100.000 nasabah melalui program ini," ujarnya saat peluncuran di Pondok Pesantren Nurul Hakim, di Lombok Barat, Sabtu (12/12/2015).

Beberapa fitur layanan dari BRISSMART ini antara lain berupa setoran tunai, penarikan tunai hingga pembayaran, juga memberi kesempatan masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan menjadi agen layanan keuangan tanpa kantor BRI Syariah. 

"Masyarakat tak hanya perorangan, namun juga bisa koperasi, utamanya koperasi pondok pesantren," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad menyambut baik langkah BRI Syariah yang ikut menjalankan program Laku Pandai melalui BRISSMART.

Khusus untuk pondok pesantren, diharapkan agen perbankan syariah akan bisa memudahkan orang tua mengirimkan uang kepada santri, dan santri bisa memanfaatkan layanan ini untuk menabung.

Peresmian Laku Pandai BRISyariah di Pondok Pesantren Nurul Hakim ini dilakukan sekaligus dengan aktifasi Program Simpanan Pelajar (Simpel) BRI Syariah di kota Mataram.

Sejak diluncurkan pada Maret hingga September 2015, empat bank konvensional yang menerapkan program ini sudah memiliki sekitar 30.000 agen dengan jumlah rekening 1.055.176 dan saldo Rp45,6 miliar.

Sementara data penabung di Simpel, yang baru diluncurkan pada 14 Juni 2015, sudah 26 bank ikut berpartisipasi dengan jumlah peserta 1.639 sekolah/madrasah/pondok pesantren, dan jumlah rekening mencapai 375.222 dengan saldo Rp 21,08 miliar.

Sumber://bisniskeuangan.kompas.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel