Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rahasia Sehat dan Hikmah Keajaiban Shalat Dhuha

Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda, "Setiap tulang dan persendian badanmu ada sedekahnya, setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap amar ma’ruf adalah sedekah, dan setiap nahi munkar adalah sedekah. Maka yang dapat mencukupi hal itu hanyalah dua raka’at yang dilakukannya dari sholat dhuha," (HR. Ahmad, Muslim, dan Abu Dawud).

Untuk meraih sehat bukan hanya dengan cara berolahraga, tapi bisa juga didapatkan dengan cara beribadah, salah satunya adalah dengan ibadah sholat dhuha secara rutin sebagai aktivitas harian kita. 

Waktu utama shalat Dhuha

Rasulullah SAW pernah bersabda,

“Shalat dhuha itu shalat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena mulai panas tempat berbaringnya.” (HR. Muslim).

Berdasarkan hadist tersebut, dapat diketahui bahwa waktu utama Shalat Dhuha adalah saat matahari telah mulai menyengat, pasir mulai panas sampai panasnya bisa dirasakan oleh kaki anak-anak unta. 

Pada waktu-waktu tersebut tubuh memerlukan energi dan harus bersiap menghadapi stres yang menempa.

Oleh karena itu pada saat itulah kita sangat perlu dan sangat membutuhkan peregangan untuk kesiapan kita menyambut hari untuk menjalankan aktivitas. Cara terbaiknya adalah dengan melaksanakan sholat Dhuha. Apabila tidak memungkinkan dilakukan pada waktu-waktu utama tersebut, shalat dhuha ini juga bisa dilakukan pada awal sebelum melakukan aktivitas harian.

Manfaat sholat dhuha untuk kesehatan

Apa hubungannya antara peregangan tubuh kita dengan shalat Dhuha? 

Rasulullah SAW menyebutkan peregangan dengan ungkapan yang lebih halus yaitu “Hak dari tiap persendian”. 

Sebagaimana juga diriwayatkan oleh Buraidah r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda,
“Dalam tubuh manusia terdapat 360 persendian dan ia wajib bersedekah untuk tiap persendiannya.”

Para sahabat bertanya, 
“Siapa yang sanggup, wahai Rasulullah?” 

Beliau menjawab, “Ludah dalam masjid yang dipendamnya atau sesuatu yang disingkirkannya dari jalan. Jika ia tidak mampu, maka dua rakaat Dhuha sudah mencukupinya” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

Dr. Ebrahim Kazim, seorang dokter, peneliti, serta direktur dari Trinidad Islamic Academy menyatakan, “Repeated and regular movements of the body during prayers improve muscle tone and power, tendon strength, joint flexibility and the cardio-vascular reserve.” Gerakan teratur dari shalat menguatkan otot beserta tendonnya, sendi serta berdampak luar biasa terhadap sistem kardiovaskular.

Itulah peregangan dan persiapan sebelum menjalankan aktivitas. Tetapi bedanya dengan olah raga biasa adalah: pahala sholat Dhuha nya yang luar biasa! 

Abu Darda’ r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla berfirman : “wahai anak adam, shalatlah untuk-ku empat rakaat dari awal hari, maka aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya” (shahih al-jami: 4339).

Selain sebagai peregangan untuk mempersiapkan tubuh kita sebelum beraktivitas, Shalat Dhuha juga mampu menghilangkan resiko stress karena kesibukan yang kita lalui. Dengan mengerjakan Shalat Dhuha, tubuh dan pikiran kita beristirahat sejenak dari segala aktifitas, sehingga kita akan merasa lebih rilek dan terhindar dari stres.

Dr. Ibrahim Kazim menyatakan bahwa secara bersamaan, ketegangan di pikiran akan berkurang disebabkan komponen spiritual saat sholat, dengan adanya sekresi enkefalin, endorphin, dinorfin dan semacamnya “Simultaneously, tention is relieved in the main due to the spiritual component, assisted by the secretion of enkephalins, endorphins, dynorphins, and others.”

Enkefalin dan endorphin merupakan zat sejenis morfin, termasuk opiat. Efek keduanya tidak berbeda dengan opiat lainnya. Zat semacam ini meredakan ketegangan. Bedanya, enkefalin dan endorphin merupakan zat alami yang diproduksi oleh tubuh, sehingga lebih bermanfaat dan terkontrol.

Jika morfin non-alami bisa memberi rasa tenang dan senang namun kemudian ketagihan dan memberikan efek negatif bagi tubuh, maka endorphin dan enkefalin tidak. Zat ini memberi rasa tenang, rileks, bahagia, lega secara alami. Hasilnya, seseorang tampak jauh lebih pede, optimis, hangat dan menyenangkan.

Semoga kita bisa mengamalkan Shalat Dhuha secara istiqamah sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT dan bisa merasakan manfaatnya yang luar biasa bagi kesehatan, aamiin..

Demikian sedikit ulasan tentang pentingnya salat Dhuha dan manfaatnya yang sangat besar untuk tubuh kita, pikiran kita dan juga akhirat kita.

Posting Komentar untuk "Rahasia Sehat dan Hikmah Keajaiban Shalat Dhuha"