Profil Pondok Pesantren Al Mu'min (Ngruki)

Pondok Pesantren Al Mu'min adalah sebuah pesantren di Ngruki, Solo yang didirikan oleh "enam serangkai": Abdullah Sungkar, Abu Bakar Ba'asyir, Yoyok Rosywadi, Abdullah Baradja, Abdul Qohar H. Daeng Matase, dan Hasan Basri.
Pondok ini berdiri sejak tahun 1974 di lokasinya hingga sekarang, di selatan terminal angkutan dalam kota Surakarta, Terminal Tipes, namun berada di wilayah administrasi Desa Cemani, Grogol, Sukoharjo. Setahun sebelumnya ia merupakan sebuah kelompok pengajian kekeluargaan (usrah). Unit dakwah awalnya adalah sebuah siaran radio non-komersial. Pondok ini sejak awal menjapada masalah bagi rezim Orde Baru karena menentang berbagai usaha politik Orde Baru untuk menentang perluasan ideologi Islamisme dengan melancarkan program "Asas tunggal Pancasila". Banyak di antara simpatisannya adalah orang-orang yang terlibat dalam gerakan Darul Islam pada masa tahun 1950-an.

Muqodimah
Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki adalah lembaga pendidikan Islam. Sistem pendidikan dan pengajaran yang dikembangkan di lembaga ini adalah perpaduan antara sistem pesantren tradisional dengan pendidikan moderen yang berkembang saat ini.

Sejak awal berdirinya, para pendiri pesantren telah menegaskan bahwa pondok pesantren Al-Mukmin Ngruki sebagai pondok milik umat atau milik seluruh lapisan masyarakat Islam. Hal ini didasarkan pada keikutsertaan dan andil dari seluruh lapisan umat Islam dalam membangun dan mengembangkan keberadaan pesantren tersebut sejak awal proses berdirinya sampai saat ini.

Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki merupakan pondok yang mandiri, tidak berada dibawah organisasi atau kelompok tertentu, tidak berafiliasi pada golongan atau jam'iyah tertentu, dan tidak berdiri pada satu sekte tertentu. Ia berdiri ditengah-tengah serta bersikap mengambil jarak yang sama dengan berbagai golongan maupun organisasi yang ada dan berkembang di masyarakat.

Dengan demikian subtansi ajaran Islam yang menjadi basic sistem pendidikan dan pengajaran di pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki senantiasa bertumpu pada Al-Qur'an dan Sunah Shohihah yang difahami secara kaffah (universal), Syumuu l (komprehenship) dan mutakaamil (integratif). Dengan cara pandang ini diharapkan para alumnus pondok pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki menjadi generasi yang kritis dan taktis sehingga tidak mudah terjebak dalam sikap fanatisme golongan dan tidak taqlid buta (mengekor atau mengikuti pendapat orang lain yang tidak dilandasi kebenaran).

Sejarah

Berdirinya pondok pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki bermula dari adanya kegiatan pengajian selepas dhuhur di masjid Agung Surakarta. Selanjutnya para da'i dan mubalig mengembangkan bentuk pengajian tersebut dengan mendirikan Madrasah Diniyah di jalan Gading Kidul 72 A Solo. Perkembangan Madrasah ini cukup pesat karena didukung oleh media massa yaitu RADIS ( Radio Dakwah Islam). Dinamika madrsah yang menggembirakan tersebut selanjutnya mengilhami gagasan para mubaligh yang ada untuk mengasramakan para siswa dalam bentuk lembaga pendidikan pondok pesantren.

Realitas sosial masyarakat Solo pasca tahun 1965 dan timbulnya berbagai ancaman yang dianggap membahayakan eksistensi Islam serta umatnya pada waktu itu, semakin memotivasi semangat para mubaligh se-Surakarta untuk segera mewujudkan pendidikan pondok pesantren. Hal ini juga didasarkan pada perspektif dan pertimbangan sejarah bahwa pesantren pada zaman dulu telah memiliki andil dan peran yang sangat besar dalam membela, memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia .

Akhirnya, pada tanggal 10 Maret 1972 berdirilah Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin di jalan Gading Kidul No 72 A Solo, di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam dan Asuhan Yatim Al-Mukmin (YPIA) dengan akte Notaris No. 130 b 1967.

Pada waktu itu jumlah santri yang diasramakan sebanyak 30 siswa termasuk didalamnya 10 siswa dari Asuhan YPIA. Adapun para perintis dan pendirinya pada waktu itu adalah Ustadz Abdullah Sungkar , Ustadz Abu Bakar Ba'asyir , Ustadz Abdullah Baraja' , Ustadz Yoyok Rosywadi , Ustadz H. Abdul Qohar Daeng Matase dan Ustadz Hasan Basri, BA serta para pendukung yang lain.

Kegiatan belajar mengajar di Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki
Mengingat perkembangan santri yang sangat pesat dengan sarana dan prasarana yang masih terbatas pada waktu itu, maka dua tahun berikutnya yaitu tahun 1974 pengurus Yayasan Pendidikan dan Asuhan Yatim/Miskin Al-Mukmin (YPIA) memindahkan lokasi madrasah ke dukuh Ngruki kelurahan Cemani kecamatan Grogol kabupaten Sukoharjo dengan menempati tanah KH. Abu Amar . Sejak saat itulah pondok pesantren ini terkenal dengan pondok pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki.

VISI

Terbentuknya generasi muslim yang siap menerima dan mengamalkan Islam secara secara kaffah

MISI
• Mencetak kader Ulama dan cendekia yang amilin fi sabilillah.
• Melaksanakan kegiatan pendidikan dan da'wah secara "Independen" dan bertanggung jawab kepada umat
melalui YPIA
• Melaksanakan proses pembelajaran secara integral dalam satu kepemimpinan mudirul Ma'had

TUJUAN

• Lahirnya kader ulama dan cendekia yang amilin fi sabilillah
• Lahirnya generasi yang siap menerima dan mengamalkan Islam secara kaffah

PENJELASAN

Untuk menjelaskan Visi, Misi,dan Tujuan Pesantren ditempuh dua langkah strategis dalam bentuk:
1. Penjelasan Detail
Langkah ini diambil agar substansi Visi, Misi, dan Tujuan Pesantren dapat dipahami secara utuh dan jelas oleh segenap strek holder Pesantren, baik Guru, Karyawan, Santri, Wali santri, dan Masyarakat/Umat. Untuk kepentingan ini disusun Profil, Khiththoh dan Tata Tertib Pondok oleh Tim Khusus.
2. Sosialisasi Praktis, Efektif, dan Efesien
   Subtansi Visi, Misi, dan Tujuan perlu disosialisasikan dalam bentuk :
  a. MOTO
     Moto yang disosialisasikan adalah : "SHOLIH, CERDAS, DAN MANDIRI"
  b. Indikator Keberhasilan Pendidikan
     Keberhasilan proses pendidikan pesantren ditandai dengan karakter uot put santri :
     1. Beraqidah As Salimah
     2. Beribadah Ash Shohihah
     3. Bertafaqquh Fiddin
     4. Berakhlaqul Karimah
     5. Berwawasan Ilmu Pengetahuan yang luas
     6. Berbadan sehat
     7. Trampil dan mandiri
     8. Bersedia Berjihad Fi Sabilillah
  c. Ruh Proses Pendidikan Pesantren
     Seluruh proses pendidikan di Pesantren harus dilandasi pada satu kesatuan ruh/spirit yang dinamakan
     "Panca Jiwa Pesantren"
      Panca jiwa Pesantren :
     1. Keikhlasan
     2. Kesederhanaah
     3. Kemandirian
     4. Ukhuwah Islamiyah
     5. Kesediaan Berkorban

Sumber: http://ppsb.al-mukmin.com/

14 Komentar untuk "Profil Pondok Pesantren Al Mu'min (Ngruki)"

  1. Yaa Raab,.... Yaa Allah,.... lindungilah para santri, ustadz dan kyai yang ada di pondok pesantren ngruki khususnya dan pondok pesantrena yang ada di Indonesia umumnya dari fitnah manusia dzalim.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin ya Robbal alamin

      Hapus
    2. amin'bismillah ya alloh ampunilah bila ada dosa anu alit srg ageng di haja maupun tak dihaja dari jiwa raga al alim al alamah kiyai H Abu bakar ba'asyir rohimahulloh' wallohi abdi nguhun ken mugia engkou mempertemukan hamba dengan nga 'kalau di dunya gak bisa hamba minta di akherat kelak;ya rob keluar kan lah dia dari tahanan 'dan hukum lah orang2 yang mengakiti nga 'sabab hamba lihat dan dengar dia tak bersalah'emang dah jadi biasa klu menjankan hukum mu ya alloh pasti ada yg gak suka bukan nya nerima tapi berusaha tuk membunuh nya'ya rob hamba sangat sayang pada beliou 'hamba tak rodo beliou di perlakukan seperti itu...

      Hapus
  2. saya ingin belajar ngaji di situ'tapi bingung dengan biyaya ku

    BalasHapus
  3. Semoga terus dalam naunganNya,,

    BalasHapus
  4. Assalammuallaikum. Umur 20tahun bisa masuk ke pesantren ini?

    BalasHapus
  5. Asslammuallaikum. Jika umur 20 tahun bisa atau gak untuk masuk ke pondok pesantren ngruki?

    BalasHapus
  6. Assalamu'alaikum warohmatulloh..
    Afwan, ana mW Tanya utk minimal penerimaan calon santri Dari umur/jenjang brp thn? Apakah ada penerimaan Dari tingkat MI/umur 6-7 thn?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Info selengkapnya tentang pendaftaran santri baru:
      http://ppsb.al-mukmin.com/

      Hapus
  7. apakah ada pelajaran yang menggunakan bahasa jawa, di lingkungan pesantren

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel