cfFp0twC8a3yW2yPPC8wDumW5SuwcdlZsJFakior
Bookmark

Waspadai Gejala Kanker Ovarium yang Sering Diabaikan dan Cara Pencegahannya

Kanker ovarium adalah kanker mematikan yang sulit dideteksi. Simak gejala-gejala kanker ovarium dan cara mencegahnya di sini.

Kanker ovarium adalah jenis kanker yang menyerang indung telur atau ovarium pada wanita. Kanker ini termasuk salah satu penyakit mematikan yang sulit dideteksi sejak dini. Banyak wanita yang tidak menyadari bahwa mereka menderita kanker ovarium sampai stadium lanjut.

Kanker ovarium sering disebut sebagai silent killer karena tidak menunjukkan gejala yang spesifik. Gejala-gejala yang muncul biasanya mirip dengan gangguan pencernaan, menstruasi, atau menopause. Namun, jika Anda mengalami gejala-gejala berikut ini secara terus-menerus, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter.

Gejala-Gejala Kanker Ovarium yang Harus Diwaspadai

Beberapa gejala kanker ovarium yang sering diabaikan oleh wanita adalah:

- Nyeri perut, panggul, punggung, atau kaki

Nyeri ini bisa terasa seperti kram menstruasi, tetapi lebih lama dan lebih parah. Nyeri ini disebabkan oleh pertumbuhan tumor yang menekan organ-organ di sekitarnya.

- Perut bengkak dan kembung

Perut bisa terasa penuh dan keras karena adanya cairan yang menumpuk di rongga perut akibat tumor. Kondisi ini juga bisa menyebabkan penurunan nafsu makan dan rasa kenyang yang cepat.

- Mual, muntah, gangguan pencernaan, kembung, atau sembelit

Gejala-gejala ini bisa disalahartikan sebagai masalah pencernaan biasa, tetapi jika tidak kunjung sembuh, bisa jadi merupakan tanda kanker ovarium. Tumor bisa mengganggu fungsi usus dan lambung, sehingga menyebabkan gangguan pencernaan.

- Lelah yang berlebihan

Lelah merupakan gejala umum dari banyak penyakit, termasuk kanker ovarium. Lelah yang berlebihan bisa disebabkan oleh anemia, infeksi, atau peradangan akibat tumor.

- Perubahan kebiasaan buang air besar dan kecil

Tumor bisa menekan kandung kemih atau usus besar, sehingga menyebabkan sering buang air kecil atau sulit buang air besar. Gejala ini juga bisa disertai dengan rasa sakit atau darah saat buang air kecil atau besar.

- Perdarahan yang tidak normal

Perdarahan yang tidak normal bisa berupa perdarahan berat saat menstruasi, perdarahan di antara siklus menstruasi, atau perdarahan setelah menopause. Perdarahan ini bisa disebabkan oleh tumor yang merusak jaringan ovarium atau rahim.

Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas secara bersamaan, jangan anggap enteng. Segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Kanker ovarium bisa dicegah dengan melakukan pemeriksaan rutin seperti USG panggul atau tes CA 125.

Bagaimana cara mencegah kanker ovarium?

Beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kanker ovarium adalah:

- Menggunakan pil KB. Pil KB bisa mengurangi risiko kanker ovarium hingga 50% jika digunakan selama 5 tahun atau lebih. Hal ini karena pil KB bisa mengurangi jumlah ovulasi yang bisa memicu peradangan pada ovarium. Namun, pil KB juga bisa meningkatkan risiko kanker payudara dan kanker serviks, jadi sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum memutuskan untuk menggunakannya¹².

- Menyusui. Menyusui bisa menurunkan risiko kanker ovarium sebesar 24% jika dilakukan selama 12 bulan atau lebih. Hal ini karena menyusui bisa menunda ovulasi dan mengurangi kadar hormon estrogen yang bisa merangsang pertumbuhan sel kanker¹³.

- Melahirkan. Melahirkan bisa menurunkan risiko kanker ovarium karena bisa mengurangi jumlah ovulasi dan mengurangi paparan hormon estrogen pada ovarium. Risiko kanker ovarium semakin menurun jika Anda melahirkan lebih dari satu anak¹⁴.

- Mengonsumsi makanan sehat. Makanan sehat yang kaya protein, buah-buahan, sayuran, dan lemak sehat bisa membantu menjaga kesehatan tubuh dan mencegah peradangan. Selain itu, makanan sehat juga bisa membantu mengontrol berat badan dan menghindari obesitas, yang merupakan salah satu faktor risiko kanker ovarium²⁴.

- Berolahraga secara teratur. Olahraga secara teratur bisa meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi peradangan, dan mengontrol berat badan. Olahraga juga bisa membantu mengatur siklus menstruasi dan mengurangi paparan hormon estrogen pada ovarium²⁴.

- Melakukan operasi ginekologi. Operasi ginekologi seperti pengikatan saluran tuba, pengangkatan rahim, atau pengangkatan ovarium bisa menurunkan risiko kanker ovarium secara signifikan. Namun, operasi ini juga memiliki efek samping dan konsekuensi jangka panjang, seperti tidak bisa hamil lagi atau masuk menopause dini. Oleh karena itu, operasi ini hanya disarankan untuk wanita yang memiliki risiko tinggi kanker ovarium, seperti yang memiliki mutasi gen BRCA atau riwayat keluarga dengan penyakit serupa¹⁴.

Itulah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kanker ovarium. Selain itu, Anda juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin seperti USG panggul atau tes CA 125 untuk mendeteksi adanya tumor pada ovarium. Jika Anda merasakan gejala-gejala seperti nyeri perut, perut bengkak, mual, muntah, perubahan kebiasaan buang air besar atau kecil, atau perdarahan yang tidak normal, segera hubungi dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Sumber:

(1) Pencegahan Kanker Ovarium (Indung Telur) - Hello Sehat. https://hellosehat.com/kanker/kanker-ovarium/pencegahan-kanker-ovarium/.

(2) Cara Pencegahan Kanker Ovarium yang Perlu Diketahui - Halodoc. https://www.halodoc.com/artikel/cara-pencegahan-kanker-ovarium-yang-perlu-diketahui.

(3) Kanker Ovarium- Gejala, Penyebab, dan Pengobatan | Halodoc. https://www.halodoc.com/kesehatan/kanker-ovarium.

(4) Mencegah kanker ovarium - Ketahui faktor dan cara mencegahnya. https://id.theasianparent.com/mencegah-kanker-ovarium.

0

Posting Komentar

close