Dialog Santri yang Tidak Nyambung

Ada seorang santri baru yang datang dari desa untuk bermukim di pesantren modern, namanya toyyib. Hampir setiap hari ia mendengar ucapan dari santri senior lain yang baginya sangatlah asing dan membingungkan, seperti kata obyektif, relevan, signifikan, implementasi dan lain-lain. Sementara ada santri lain, Saipul yang setiap hari banyak menghafal al-Qur’an dan Bahasa Arab juga mendengar kata-kata itu, tetapi dia biasanya memilih diam daripada bicara yang tidak tahu artinya.

Tetapi pada suatu saat Toyib berkata kepada Saipul,

“Kamu ini tidak signifikan Pul !”

“Memang artinya signifikan apa? Kok berani ngomong gitu,” sergah Saipul

“Lihat saja sendiri di kamus” jawab Toyib

“Ealah Yib.. Yib,..kamu ini memang nggak relevan!”

“Artinya apa itu Pul?” tanya Toyib

“Ya Lihat sendiri di kamus!” jawab Saipul tidak mau kalah.

Datanglah mbah Safi'i yang lama mondok tetapi tidak tahu menahu dengan kata-kata asing seperti itu sambil menenangkan mereka,

“Sudah-sudah stop, kalian berdua ini memang relatif semua…”

Sumber: kompasiana

Belum ada Komentar untuk "Dialog Santri yang Tidak Nyambung"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel